Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Belajar Sambil Tertidur Bisakah? Berikut Penjelasan Sains

Penelitian menunjukkan bahwa otak yang tidur jauh dari menganggur dan beberapa bentuk pembelajaran dapat terjadi.

Editor: Rizali Posumah
(Tribunnews)
Ilustrasi tidur - Belajar Sambil Tertidur Bisakah? Berikut Penjelasan Sains. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Apakah mungkin memanfaatkan waktu dengan mempelajari keterampilan baru atau bahkan bahasa, sekali pun saat tidur? Apakah apakah belajar sambil tertidur itu mungkin?

Jawabannya ya dan tidak, tergantung apa yang kita maksud dengan ‘belajar’.

Mendengarkan rekaman audio saat tidur hampir pasti tidak mungkin dilakukan.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa otak yang tidur jauh dari menganggur dan beberapa bentuk pembelajaran dapat terjadi.

Namun, apakah itu layak kehilangan waktu tidur belum ditentukan

Pembelajaran tidur, dari kepalsuan hingga sains

Konsep pembelajaran tidur, atau hipnopedia, memiliki sejarah panjang.

Studi pertama yang menunjukkan manfaat memori dan belajar dari tidur diterbitkan pada tahun 1914 oleh psikolog Jerman Rosa Heine.

Dia menemukan bahwa mempelajari materi baru di malam hari sebelum tidur menghasilkan ingatan yang lebih baik dibandingkan belajar di siang hari.

Berkat banyak penelitian yang dilakukan sejak saat itu, tidur sangat penting untuk membentuk ingatan jangka panjang tentang apa yang telah ditemui di siang hari.

Otak tidur memutar ulang pengalaman hari itu dan menstabilkannya dengan memindahkannya dari hippocampus, tempat pertama kali terbentuk, ke daerah di seluruh otak.

Mengingat begitu banyak yang terjadi pada ingatan selama tidur, wajar untuk bertanya apakah ingatan itu dapat diubah, ditingkatkan, atau bahkan dibentuk kembali.

Salah satu pendekatan populer untuk pembelajaran tidur adalah Psycho-phone, perangkat populer di tahun 1930-an.

Itu memainkan pesan motivasi untuk orang yang sedang tidur, seperti "Saya memancarkan cinta", yang konon membantu orang menyerap ide di alam bawah sadar mereka dan bangun dengan kepercayaan diri yang bersinar.

Pada awalnya, tampaknya penelitian mendukung ide di balik perangkat seperti Psycho-phone. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved