Sulawesi Utara
Kendala UMKM untuk Naik Kelas, Mental Block dan Pengelolaan Keuangan Tercatat
Pengelola Unit UMKM Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, Harisiyanto membeber beberapa penyebab UMKM sulit naik kelas.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi tiang penyangga utama ekonomi Indonesia.
Sektor ini memberi kontibusi 85-90 persen tenaga kerja di Indonesia.
Sektor ini juga paling tahan banting ketika dilanda gejolak ekonomi. Lihat saja, Krisis Moneter 98 dan Pandemi Covid-19, UMKM paling lekas bangkit.
Sayang, potensi UMKM Indonesia belum keluar maksimal. Pasalnya, banyak UMKM yang belum siap naik kelas.
Termasuk di Sulawesi Utara, banyak UMKM yang masih berbisnis konvensional.
Pengelola Unit UMKM Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, Harisiyanto membeber beberapa penyebab UMKM sulit naik kelas.
"Pertama soal mindset. Terjebak mental block bahwa sesama pelaku UMKM itu saingan.
Padahal harusnya kolaborasi dan inovasi," kata Haris dalam Pelatihan UMKM Onboarding yang digagas ATR/BPN Sulawesi Utara di Novotel Manado, Selasa (13/12/2022).
Padahal, kata dia, berjejaring dalam dunia usaha sangat penting.
"Selain itu ada yang tidak mau belajar teknologi," katanya.
Kemudian, sebagian lagi mengaku kesulitan mengakses pembiayaan lembaga keuangan.
Setelah ditelusuri, hal itu lebih disebabkan ketidakmampuan pelaku UMKM mengelola usaha secara akuntabel.
"Ini persoalan klasik di Indonesia. Ketika ditanya berapa omzetnya, dia tidak bisa jawab.
Pokoknya ada, jawabannya. Sementara bank itu melihat angkanya, perputaran bisnisnya bagaimana," katanya.
Karena itu, kata Haris, sangat penting bagi UMKM mengelola usaha secara profesional. Termasuk melakukan pencatatan keuangan.