Lokal Bercerita
Kisah Rabbi Yahudi Yobbi Ensel di Manado Sulawesi Utara, Hidupi Diri dengan Jadi Driver Online
Rabbi Yobbi Ensel bersiap - siap menjemput penumpang ketika Tribun Manado mendatangi rumahnya di Kelurahan Teling Atas Lingkungan 1
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Dikatakan Yobbi, ia punya saudara seorang Ustad di Mesjid.
Yobbi mengaku sengaja tampil membaur dengan masyarakat. Ia tak mau dibilang ekslusif.
"Yang ekslusif biasanya pemahaman agamanya rendah," ujar dia.
Beber dia, kitab Taurat mengajarkan keadilan dan toleransi kepada sesama manusia.
Tribun pun mengetes perkataan Yobbi. Menanyakan ke seluruh warga di sana. Semua kenal Yobbi.
Dari tukang ojek hingga ibu rumah tangga. "Oh Yobbi si Rabbi ya," kata Marthen seorang tukang ojek.
Udin salah satu warga setempat mengatakan Yobbi sangat disayang warga setempat.
"Ia apa adanya, bergaul dengan baik," katanya.
Saat lebaran, Yobby sering pesiar ke rumahnya. Yobby pun membawakannya minuman sebagaimana tradisi umat beda agama di Manado.
"Giliran hari raya Yahudi kami pesiar ke rumahnya," kata dia.
Ia mengatakan, warga Teling Atas yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama sudah selesai dengan segala perbedaan.
"Yang utama dari kami adalah bagaimana kehidupan damai," katanya.
Kisah Persahabatan Rabbi Yobbi Ensel dan Pengurus Masjid di Manado Sulawesi Utara
Dalam hal toleransi beragama, segala hal mungkin di Manado.
Di Kelurahan Teling, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, seorang rabbi memiliki sanak saudara seorang pengurus masjid.