Brigadir J Tewas

Tangis Orang Tua Pecah Lihat Bharada E Pakai Baju Tahanan, Akui Tetap Jadikan Icad Anak Kebanggaan

Kedua orang tua Bharada E datang dari Manado, Sulawesi Utara mengungkap sejumlah cerita dari awal kasus pembunuhan Brigadir J.

Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/ Kompas TV
Tangis Orang Tua Pecah Lihat Bharada E Pakai Baju Tahanan, Akui Tetap Jadikan Icad Anak Kebanggaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Orangtua Richard Eliezer alias Bharada E muncul setelah sekian lama 'disembunyikan'.

Kedua orang tua Bharada E mengungkap cerita pilu terkait kejadian yang menimpa anak mereka Bharada E.

Reaksi saat pertama kali kedua orang tua Bharada E mengetahui anak mereka menjadi pembunuh Brigadir J pun terungkap.

Kedua orang tua yang bernama Sunandag Junus Lumiu (Junus) dan Rynecke Alma Alma Pudihang (Ine) datang dari Manado, Sulawesi Utara mengungkap sejumlah cerita dari awal kasus pembunuhan Brigadir J mencuat.

Junus dan Ine mengaku sangat sedih Bharada E bisa terlibat dalam penembakan Brigadir J.

Orang Tua Bharada E buka suara, mereka sempat tak percaya Bharada E dengan skenario tembak menembak Ferdy Sambo.
Orang Tua Bharada E buka suara, mereka sempat tak percaya Bharada E dengan skenario tembak menembak Ferdy Sambo. (Tangkapan Layar/ Youtube KOMPASTV)

Baca juga: Bharada E Ungkap Kesaksian Terbaru di Persidangan, Kakak Brigadir J Merinding: Betapa Jahatnya

Keduanya mengetahui anak mereka terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J dari media.

Saat itu mereka langsung mengkonfirmasi kebenaran pemberitaan tersebut kepada Icad (nama panggilan Bharada E).

Saat itu, Icad masih mengikuti skenario Ferdy Sambo meminta kedua orang tuanya untuk tenang dan percaya padanya.

Diungkap Junus dan Ine, putra bungsunya, Icad sempat ngotot melindungi Ferdy Sambo.

Bahkan kala ditemui orangtua hingga pendeta, Icad yang masih dalam pengaruh Ferdy Sambo Cs itu tetap pada skenario tembak-menembak dengan Brigadir J.

Ya, saat ditemui orangtuanya pada 20 Juli 2022, Icad menyebut bahwa Brigadir J meninggal karena terlibat tembak-menembak dengan Yosua.

Hal itu dilakukan karena Icad membela Putri Candrawathi yang dilecehkan Yosua.

Tetap mempertahankan skenario itu, Icad berubah haluan sebulan kemudian.

Secara mengejutkan, Icad mengakui bahwa kesaksiannya soal tembak-menembak itu adalah bohong.

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved