Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sitaro Sulawesi Utara

Panen Pala di Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara Rendah, Petani Tetap Bersyukur Karena Harga Jual Naik

Panen pala di Kepulauan Sitaro masih tergolong sedikit menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, para petani tetap bersyukur karena harga jual naik.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado
Warga Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, menjemur buah pala di pekarangan rumah, Senin (21/1/2019). 

Begitu juga hasil komoditas pala.

Diketahui sebelumnya, harga pala Rp 55 ribu kini turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Susan, warga Salibabu, mengatakan harga beli hasil komoditas unggulan ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat Talaud.

Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat Talaud berprofesi sebagai petani dan hanya menggantungkan pada hasil komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, dan kopra.

"Selain harga beli hasil bumi terus menurun, para petani juga terus mengalami kendala dalam merawat tanaman mereka dikarenakan kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa bulan terakhir. Ditambah lagi dengan harga pupuk saat ini terus mengalami kenaikan, sudah tentu keadaan seperti ini sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat terlebih khusus para petani," ungkap Susan.

Baca juga: Prediksi Hasil Serbia vs Swiss, Laga Pamungkas Rebut Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Baca juga: Pembangunan BBC Segera Selesai, Masyarakat Bitung Sulawesi Utara Akan Miliki Pusat Bisnis Elite

Kini masyarakat Talaud hanya bisa berharap ada kenaikan harga terutama untuk hasil komoditas unggulan.

Masyarakat juga berharap ada bantuan subsidi pupuk bagi para petani di Talaud.

Karena, selama ini mereka mengalami kesulitan untuk membeli pupuk dikarenakan harga pupuk yang terus naik.(*)

(Tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses/Ivent Mamentiwalo)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved