Sitaro Sulawesi Utara
Panen Pala di Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara Rendah, Petani Tetap Bersyukur Karena Harga Jual Naik
Panen pala di Kepulauan Sitaro masih tergolong sedikit menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, para petani tetap bersyukur karena harga jual naik.
Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Buah pala menjadi salah satu komoditas andalan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Setiap tahunnya, masyarakat atau petani rutin panen raya 2-3 kali, namun tergantung kondisi cuaca yang ada.
Meski begitu, proses panen pala biasanya tetap dilakukan setiap bulan tapi dalam jumlah yang terbatas, seperti halnya jelang perayaan Natal di Desember 2022 ini.
Padahal, saat menyambut Natal seperti ini, banyak kebutuhan masyarakat yang perlu dipenuhi dengan bergantung pada panen pala yang menjadi pendapatan utama warga.
"Tiap bulan tetap ada yang bisa dipanen. Tapi khusus untuk panen besar atau panen rata itu ada waktu-waktu tertentu," ungkap Bram Harmanses, salah satu petani pala asal Siau Timur, Jumat (2/12/2022).
"Kebetulan akhir tahun ini belum kena waktu panen raya. Kemungkinan nanti bulan Februari atau Maret tahun depan," sambungnya.
Belum waktunya panen raya tersebut membuat Bram serta beberapa petani lain di Siau lebih memilih membatasi aktivitas berbelanja jelang Natal nanti.
"Tetap ada (belanja) tapi terbatas karena memang belum waktunya panen besar," ujar Bram.
Di tengah keterbatasan jumlah pala yang akan dipanen, ia mengaku bersyukur karena saat ini harga jual pala di kalangan pedagang pengumpul mengalami peningkatan.
Untuk pala A yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 75 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 78 ribu per kilogram.
Baca juga: Link Nonton Serbia vs Swiss di Piala Dunia 2022, Tayang Dini Hari Pukul 02.00 WIB
Baca juga: Info Wisata Manado dan Sekitarnya: Keindahan Air Terjun Tekaan Telu, Dikembangkan Pemkot Tomohon
"Walapun jumlahnya kurang, tapi paling tidak harganya bisa baik kami sudah bersyukur. Mudah-mudahan harganya tetap stabil sampai waktu panen raya tiba," kuncinya.
Harga Komoditas di Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Terus Menurun, Masyarakat Harap Ada Bantuan
Harga jual sejumlah komoditas unggulan di Kepulauana Talaud, Sulawesi Utara, saat ini terus menurun.
Berdasarkan pantauan tribunmanado.co.id, Jumat (2/12/2022), untuk harga jual kopra misalnya dari Rp 10 ribu kini turun drastis menjadi Rp 6 ribu per kilogram.
Angka tersebut untuk harga beli pengepul.

Begitu juga hasil komoditas pala.
Diketahui sebelumnya, harga pala Rp 55 ribu kini turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Susan, warga Salibabu, mengatakan harga beli hasil komoditas unggulan ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat Talaud.
Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat Talaud berprofesi sebagai petani dan hanya menggantungkan pada hasil komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, dan kopra.
"Selain harga beli hasil bumi terus menurun, para petani juga terus mengalami kendala dalam merawat tanaman mereka dikarenakan kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa bulan terakhir. Ditambah lagi dengan harga pupuk saat ini terus mengalami kenaikan, sudah tentu keadaan seperti ini sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat terlebih khusus para petani," ungkap Susan.
Baca juga: Prediksi Hasil Serbia vs Swiss, Laga Pamungkas Rebut Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
Baca juga: Pembangunan BBC Segera Selesai, Masyarakat Bitung Sulawesi Utara Akan Miliki Pusat Bisnis Elite
Kini masyarakat Talaud hanya bisa berharap ada kenaikan harga terutama untuk hasil komoditas unggulan.
Masyarakat juga berharap ada bantuan subsidi pupuk bagi para petani di Talaud.
Karena, selama ini mereka mengalami kesulitan untuk membeli pupuk dikarenakan harga pupuk yang terus naik.(*)
(Tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses/Ivent Mamentiwalo)
Baca berita lainnya di: Google News.