Breaking News:

TNI

Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa, Dudung atau Yudo? Ini Kata Pengamat

Calon kuat pengganti Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Pengamat beri tanggapan.

Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa. Potret Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman (kiri) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono (tengah), dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo (kanan) saat menghadiri pembukaan pameran Indo Defence Expo dan Forum 2022 di Jakarta Internasional Expo, Jakarta, Rabu (2/10/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Calon Panglima TNI menjelang berakhirnya jabatan Jenderal Andika Perkasa pada Desember 2022 mendatang, muncul dua nama pimpinan matra Angkatan Laut dan Angkatan Darat.

Nama dua petinggi TNI tersebut mencuat ke permukaan.

Jenderal Andika Perkasa menjabat sebagai Panglima TNI sejak 17 November 2021.

Calon kuat pengganti Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurrachman.

Jenderal Dudung sebelumnya menjabat sebagai Pangkostrad dan dilantik menjadi KASAD menggantikan Andika Perkasa.

Jenderal Dudung memiliki seorang putra bernama Muhammad Akbar Abdurachman, yang sempat menjadi sorotan karena disebut dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR RI bersama Andika Perkasa.

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Tegas Peringatkan Jajaran Terkait Rekrutmen TNI AD.
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Tegas Peringatkan Jajaran Terkait Rekrutmen TNI AD. (Foto Dispenad)

Baca juga: Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa Belum Diusulkan, Peluang KSAL Ambil Takhta

Giliran Laksamana Jadi Panglima

Pengamat militer Muradi mengatakan Panglima TNI periode ini seharusnya berasal dari Angkatan Laut.

Hal itu mengingat penguasa samudera Tanah Air belum pernah menjabat pimpinan tertinggi di militer semasa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Itu juga sekaligus merujuk Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004.

“Kan dari semenjak Pak Jokowi selama berkuasa dari 2014 sampai hari ini angkatan laut belum pernah menjabat sebagai Panglima.”

“Itu Pak Yudo jadi artinya potensi menjadi dari angkatan laut itu besar sekali, meskipun jabatan Pak Yudo tinggal satu tahun kedepan,” kata Muradi, Rabu (3/11/2022).

Dia melihat bahwa saat ini sudah waktunya Laksamana menjadi Panglima TNI.

Alasan terkuat, kata Muradi, ialah berkaitan dengan poros maritim hingga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang memerlukan unsur kekuatan laut.

“Jadi artinya Pak Jokowi momen pergantian panglima ini adalah harusnya dari angkatan laut, semacam given, artinya sudah jatahnya lah,” ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved