Tragedi Kanjuruhan

Akibat Tragedi Kanjuruhan, 38 Anak-anak Masih Trauma, Bahkan Masih Ada yang Menangis

LPA masih menganalisa rasa trauma pada benak korban, terutama anak-anak.

Editor: Tirza Ponto
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Aksi Aremania Rajajowas di Jl Danau Toba Kota Malang, Minggu (20/11/2022) - Akibat Tragedi Kanjuruhan, 38 Anak-anak Masih Trauma, Bahkan Masih Ada yang Menangis 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 masih membawa duka yang mendalam bahkan trauma bagi para korban.

Ratusan orang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan ini.

Ada yang kehilangan anak, orang tua, istri, suami dan teman.

Banyak pihak pun masih menuntut kasus ini untuk diusut.

Sementara itu, setelah hampir 2 bulan Tragedi Kanjuruhan terjadi, ingatan para korban terutama ingatan anak-anak tampaknya belum sepenuhnya terlupakan.

Ribuan Aremania melakukan aksi damai di Fly Over Arjosari atau Jl A Yani, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (20/11/2022). Massa aksi juga melakukan penempelan stiker dan membawa sepanduk tuntutan agar para korban mendapat keadilan. Aremania melakukan aksi damai di sejumlah titik pada hari ini di Malang Raya menuntut kasus Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa dapat di usut tuntas. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur sebut ingatan anak, korban Tragedi Kanjuruhan terhadap peristiwa tragis  belum sepenuhnya dapat dilupakan.
Ribuan Aremania melakukan aksi damai di Fly Over Arjosari atau Jl A Yani, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (20/11/2022). Massa aksi juga melakukan penempelan stiker dan membawa sepanduk tuntutan agar para korban mendapat keadilan. Aremania melakukan aksi damai di sejumlah titik pada hari ini di Malang Raya menuntut kasus Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa dapat di usut tuntas. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur sebut ingatan anak, korban Tragedi Kanjuruhan terhadap peristiwa tragis belum sepenuhnya dapat dilupakan. (SURYA/SURYA/PUR)

Baca juga: Deretan Insiden Massal dengan Jumlah Korban Terbanyak dalam 10 Tahun: Tragedi Itaewon dan Kanjuruhan

Akibat ingatan yang masih membekas, para anak-anak itu masih mengalami rasa trauma.

Hal ini diungkap oleh Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jawa Timur.

LPA masih menganalisa rasa trauma pada benak korban, terutama anak-anak.

Sejauh ini, sebanyak 38 anak korban Tragedi Kanjuruhan tengah mendapat pendampingan oleh LPA.

"Masih banyak anak-anak ketika diajak omong masih teringat (Tragedi Kanjuruhan) dan kemudian menangis. Kondisi-kondisi tersebut berusaha kami cegah agar trauma anak dapat diatasi," ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Anwar Solihin ketika dikonfirmasi, Jaumat (25/11/2022).

Menurut Anwar, pendampingan pola asuh anak menjadi fokus LPA untuk menghilangkan trauma pada anak imbas kericuhan Kanjuruhan.

"Assessment harus berlanjut terutama pola pengasuhan," imbuhnya.

LPA menduga masih banyak anak-anak yang luput mendapat pendampingan dari LPA.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Anwar Solihin.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Anwar Solihin. (suryamalang.com/samsul hadi)

Kendati demikian, Anwar mengaku belum tahu pasti jumlah anak korban Tragedi Kanjuruhan yang belum tersentuh bantuan pendampingan psikis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved