Bitung Sulawesi Utara
Ini Penjelasan Pemkot Bitung Sulawesi Utara Terkait Studi Banding 69 Lurah ke Jawa Timur
Sebanyak 69 lurah di Bitung mengikuti studi banding ke Banyuwangi dan Surabaya. Mereka mempelajari terkait digitalisasi yang sudah diterapkan di sana.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Isvara Savitri
Selain itu, sebagai petunjuk, buku ini juga memudahkan peserta dalam melaksanakan kegiatan.
Selama melakukan studi banding atau studi tiru, para lurah mempelajari terobosan yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi terhadap perubahan sistem pelayanan publik dari konvensional menjadi digital.
Lalu, mereka juga mempelajari upaya yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mendapatkan informasi inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dalam rangka mendorong perangkat desa/kelurahan terkait dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, ada juga inovasi UMKM Desa yang merupakan inovasi di bidang pariwisata, dalam hal ini Program Kampung Wisata.
Hal tersebut untuk mendapatkan informasi inovasi dan cara yang dilakukan oleh perangkat desa di Kabupaten Banyuwangi terkait penyaluran bantuan sosial ke masyarakat, mulai dari pola pengambilan data sampai ke pemberian bantuan (DTKS).
Baca juga: Musim Hujan, Waspada Pohon Tumbang di Kepulauan Talaud Sulawesi Utara
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Bupati Talaud Elly Lasut Minta Warga Waspada dan Jaga Kebersihan
“Adapun manfaat dari kegiatan ini, diharapkan setelah selesai melaksanakan kegiatan studi tiru, peserta mampu menyusun rencana aksi terkait hal-hal yang akan diterapkan beraangkat dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Banyuwangi. Rencana aksi ini nantinya akan dipresentasikan per-kecamatan dengan mempertimbangkan potensi wilayah kerja masing-masing peserta,” kata dia.(*)