Bitung Sulawesi Utara
Ini Penjelasan Pemkot Bitung Sulawesi Utara Terkait Studi Banding 69 Lurah ke Jawa Timur
Sebanyak 69 lurah di Bitung mengikuti studi banding ke Banyuwangi dan Surabaya. Mereka mempelajari terkait digitalisasi yang sudah diterapkan di sana.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Kota Bitung, Forsman Dandel, menjelaskan terkait studi banding 69 lurah di delapan kecamatan se-Kota Bitung.
69 lurah tersebut Kota Banyuwangi dan Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Rabu (23/11/2022)-Jumat (25/11/2022).
Forsman Dandel, dalam lawatan studi banding ini selaku pimpinan rombongan.
Dia menjelaskan, latar belakang studi banding mengacu pada visi dan misi pemerintah Kota Bitung, yaitu terwujudnya Bitung Kota Digital yang mandiri, sejahtera dan berkarakter berlandaskan gotong royong.
“Maka dari itu, sebagai kota digital, salah satu hal utama yang harus disiapkan adalah pelayanan publik secara digital dalam rangka tercapainya tujuan SPBE/e-Gov dengan membangun sistem kota cerdas (smart city), dan/atau kota digital (digital city),” kata Forsman Dandel lewat sambungan WA, Rabu (23/11/2022).
Lanjutnya, Pemerintah Kota Bitung saat ini sementara berproses membangun sistem kota cerdas, sehingga untuk mewujudkan konsep tersebut pemerintah perlu menyiapkan kebutuhan.
Mulai dari infrastruktur digital, sumber daya manusia, hingga sistem aplikasi digital dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Forsman Dandel, lompatan besar inilah yang dilakukan Pimpinan Kota Bitung dengan Program Kota Digital.
Program ini harus dibarengi dengan partisipasi masyarakat, melalui keaktifan dan inovasi perangkat kelurahan.
Perangkat kelurahan yaitu lurah, sebagai garda terdepan pemerintahan dalam rangka memberikan pemahaman ke mereka dan bisa mendukung pemanfaatan berbagai sistem digital yang akan dibangun di Kota Bitung.
Baca juga: Prediksi Skor Portugal vs Ghana, Laga Grup H Piala Dunia 2022, Ronaldo Cs Diprediksi Menang Tipis
Baca juga: Buka Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Wabup Minsel Sulawesi Utara: Pentingnya Sinergitas
“Pemilihan lokasi kegiatan di Kabupaten Banyuwangi, dikarenakan Banyuwangi dikenal sebagai kabupaten yang sangat peduli dengan hal ini, bahkan merupakan kabupaten pertama yang menerapkan sistem Mal Pelayanan Publik (MPP),” jelasnya.
Kemudian, satu diantaranya ada Program Smart Kampung yang merupakan aplikasi all in dalam rangka pelayanan masyarakat di berbagai bidang.
Oleh karena itu, dengan menginisiasi kegiatan studi tiru atau studi banding ini, diharapkan perangkat kelurahan mampu menyerap ilmu dan inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi untuk diaplikasikan di kelurahan masing-masing.
Terkait peningkatan pelayanan publik terhadap masyarakat Kota Bitung, disusunlah buku panduan kegiatan ini dengan harapan nanti menjadi buku yang akan digunakan oleh peserta kegiatan untuk mendapatkan informasi.
“Agar supaya, peningkatan pelayanan masyarakat di bidang pelayanan publik, UMKM, pariwisata, dan digitalisasi yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur,” terangnya.
