Berita Populer
Berita Populer di Sulut: ODSK Melayat ke Rumah Duka JWS, Bolsel Raih 3 Poin, Kisah Klenteng Kwan Im
Olly Dondokambey dan Steven Kandouw Melayat ke Rumah Duka Almarhum JWS, Bolsel Berhasil Raih 3 Poin Penuh hingga Kisah Klenteng Kwan Im.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Tak lupa, dirinya juga mengucapkan rasa syukur atas doa dan dukungan dari masyarakat Bolaang Mongondow Selatan untuk kontingen Bolsel yang berlaga dalam pertandingan tersebut.
"Secara keseluruhan seluruh perangkat berlaku adil.
Terima kasih pula kepada seluruh masyarakat atas doa dan dukungannya," terang Yayu Kadulah yang juga merupakan Kepala Dinas Pariwisata Bolsel.
Kisah Klenteng Kwan Im
Bagaimana bisa sebuah klenteng berdiri di sebuah desa terpencil di Minahasa, dengan penduduk suku Minahasa yang mayoritas beragama Kristen dan sama sekali asing dengan Budaya Tionghoa?
Lantas bagaimana bisa klenteng tersebut bersisian dengan Waruga Opo Toar dan Lumimuut, leluhur Suku Minahasa?
Sederet pertanyaan itu mungkin muncul kala mengunjungi Klenteng Kwan Im di Desa Palamba, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Dari Teni Sumual, penjaga Waruga Opo Toar dan Lumimuut yang didampingi istrinya, Heni Tarumingi, juru kunci klenteng tersebut, Tribunmanado.co.id memperoleh jawaban yang malah kian mempertebal kabut misteri klenteng unik tersebut.
"Mengapa klenteng tersebut berdiri di sini, hal itu adalah bagian dari abstraksi budaya yang sukar dijelaskan," kata Teni.
Teni mencontohkan, peristiwa seseorang yang mendapat petunjuk dalam mimpi akan menemukan cincin di suatu tempat dan benar-benar menemukannya.
Pernah beredar cerita tentang seseorang yang mendapatkan Arca Dewi Kwan Im lewat petunjuk gaib sebagai awal mula berdirinya klenteng itu.
"Nah seperti itulah, begitulah abstraksi budaya," ujar dia tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Salah satu kisah yang populer adalah arca tersebut muncul saat ritual di Waruga Opo Toar dan Lumimuut.
Namun semua tetap merupakan misteri yang disebut Teni sebagai abstraksi budaya.
Dikatakan Teni, klenteng dibangun sejak sekitar puluhan tahun lalu oleh sejumlah donatur.
Bersamaan dengan itu, Majelis Buddhayana dari Sulut, Gorontalo, serta Surabaya datang berkunjung.
"Kini akan dibangun bangunan klenteng baru samping bangunan yang lama, Arca Dewi Kwan Im untuk sementara ditaruh di suatu ruangan di bangunan klenteng yang lama," kata dia.
Tribun berkesempatan melihat Arca Dewi Kwan Im tersebut.
Arca tersebut berwarna putih, terbuat dari batu giok.
Di bawah Arca itu, ada dua arca milik Hok Tek Ceng Sin dan Sun Go Kong.
Hok Tek Ceng Sin dikenal sebagai Dewa Bumi sementara Sun Go Kong adalah Dewa Perang yang mahsyur dalam kisah perjalanan ke barat mencari kitab suci.
Sekeliling arca terdapat barang-barang sembahyang seperti yang sering ditemui di klenteng.
Lagu penyembahan Dewi Kwan Im yang diputar membuat suasana sore itu terasa syahdu.
Sejumlah aksesoris Dewi Kwan Im nampak di sekeliling ruangan tersebut.
Dikatakan Teni, beberapa pengunjung mengaku mendapat petunjuk gaib dari Sang Dewi untuk datang berkunjung.
(Tribunmanado.co.id/Gry)
Baca Berita Tribun Manado disini: https://bit.ly/3BBEaKU