Bolsel Sulawesi Utara

Pesan Kepala DP3A Sulawesi Utara Saat Sosialisasi SI-PATOKAAN di Bolaang Mongondow Selatan

Dinas P3A Sulawesi Utara menggelar sosialisasi aplikasi SI-PATOKAAN. Sosialisasi tersebut penting untuk memantau pernikahan anak di Sulut.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Indra Lapa
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Utara, dr Kartika Devi Kandouw Tanos, saat memberikan sosialisasi di Bolsel, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLSEL - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Utara menyosialisasikan Strategi Terkoordinasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak (SI-PATOKAAN) di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Kegiatan itu digelar di wilayah Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Bolsel, Selasa (1/11/2022) setelah peluncuran beberapa aplikasi oleh Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru.

Sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala DP3A Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos.

“SI PATOKAAN itu tentu kita sering dengar karena ada lagunya. Dimana, SI PATOKAAN yang artinya rasa sayang kepada ibu,” ujarnya.

Kartika mengatakan, tidak hanya DP3A yang berupaya menurunkan pernikahan usia dini.

“Harus berkoordinasi dengan stakholder lainnya juga,” ucapnya.

LIVE STREAMING Bayern Munchen vs Inter Milan - Liga Champions Malam Ini, Kick Off Pukul 03.00 WIB

Dua Pejabat Eselon 2 Pemkot Bitung Sulawesi Utara Pensiun, Ini Penggantinya

Ia mengatakan, Sulut urutan ke-11 angka perkawinan usia anak di seluruh Indonesia.

“Ini bukan patut kita banggakan, tapi menjadi awas untuk kita semua. Bukan kepada anak-anak tapi juga orang tua dan seluruh pemerintah maupun media,” pintanya.

Kartika menambahkan, Bolsel cukup tinggi peringkat ke-2 angka pernikahan usia anak di Sulut.

Foto dokumnetasi Tribun Manado Indra Lapa  *Captions : Kepala Dinas Pemberdayaan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Utara, dr Kartika Devi Kandouw Tanos, saat memberikan sosialisasi di Bolsel, Selasa (1/11/2022).

“Jadi memang tujuan saya kemari untuk menekan angka perkawinan usia anak di Bolsel,” aku dia.

Ia pun menyampaikan, penyebabnya ada pada pergaulan bebas, tidak ada perhatian orang tua, masyarakat, dan guru.

“Kemudian digitalisasi, semua bisa dilihat. Sehingga butuh kontrol dari orang tua juga. Kiranya sosialisi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua di Bolsel,” tutupnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved