Bank SulutGo

Bank SulutGo Catat Kinerja Positif, Laba Tumbuh 41 Persen di Triwulan III 2022

Bank Sulut Gorontalo (Bank SulutGo atau BSG) menunjukkan kinerja positif di tengah pemulihan ekonomi pandemi Covid-19.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Ilustrasi pelayanan Bank SulutGo. Hingga triwulan III 2022, BSG mencatat pertumbuhan laba 41 persen (YoY). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bank Sulut Gorontalo (Bank SulutGo atau BSG) menunjukkan kinerja positif di tengah pemulihan ekonomi pandemi Covid-19.

Per triwulan III tahun ini, Torang pe Bank mencatat pertumbuhan laba 41,03 persen (YoY).

Tercatat, Rp 183,33 miliar di akhir September 2021, pada akhir September tahun ini Rp 258,57 miliar.

Capaian itu 101,04 persen (belum diaudit) dari target laba Rencana Bisnis Bank BSG tahun ini.

Direktur Utama Bank SulutGo, Revino Pepah mengungkapkan, pertumbuhan positif juga terjadi di sektor lainnya.

Dana Pihak Ketiga (DPK), dari Rp 17,55 triliun pada September 2021, menjadi Rp 17,87 triliun.

"DPK tumbuh 1,84 persen," kata Pepah kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (05/10/2022).

Sementara untuk realisasi kredit, tercatat Rp 12,33 triliun di akhir September 2021. Pada triwulan III tahun ini, tercatat kredit BSG Rp 13,39 triliun.

Pepah bilang, pencapaian kredit bisa tumbuh di saat perbankan menghadapi masa pemilihan ekonomi.

"Kredit tumbuh 3,81 persen," jelasnya.

Sementara untuk total asset, tumbuh 2,82 persen. Pada September 2021, asset BSG Rp 19,45 triliun dan menjadi Rp 20 triliun pada akhir triwulan III tahun ini.

Pepah yang didampingi Pimdiv Corsec, Linda Moniaga dan Pimdept Public Relatiin, Heince J. Rumende menjelaskan, pencapaian itu menandakan Torang Pe Bank masih beroperasi secara sehat.

"Tren positif ini bukti BSG masih on target dan on track sesuai Rencana Bisnis Perusahaan untuk tahun
2022," kata Pepah.

Dengan capaian itu, BSG dapat berkontribusi secara signifikan bagi pemulihan ekonomi Sulawesi Utara
dan Gorontalo di tengah pandemi Covid‐19.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan BSG yang dihadapi untuk sisa tahun 2022 adalah memenuhi kebutuhan
akan perubahan perilaku konsumen terkait pola transaksi perbankan.

Di mana, kejahatan siber (cybercrime) di industri perbankan masih marak.

Karena itu BSG akan terus berinvestasi pada pengembangan parameter keamanan teknologi sehingga kedepan
dapat berinovasi secara digital sembari terus mempertahankan kepercayaan para nasabah.

"Memasuki triwulan akhir di tahun 2022, seluruh stakeholders BSG akan bekerja sama dan bekerja keras untuk mencapai garis finish target 2022 dengan gemilang," ujar Pepah.(ndo)

Baca juga: Kerusuhan di Kanjuruhan Terjadi Bukan Karena Suporter Masuk Lapangan, Komnas HAM Temukan Fakta Baru

Baca juga: Ferdy Sambo Akhirnya Minta Maaf Pertama Kalinya kepada Keluarga Brigadir J: Saya Sangat Menyesal

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved