Minut Sulawesi Utara

Ditangani Hati-hati, Polres Minut Tetapkan Suami Shirley Najoan Sebagai Tersangka

Polres Minahasa Utara akhirnya menetapkan FT sebagai tersangka dugaan kasus KDRT terhadap mendiang istrinya, Shirley Najoan. FT ditangkap sesuai UU.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, didampingi Kasi Humas, Iptu Ennas Firdaus, dan Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Yulianus Samberi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINUT - Masih ingat kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan FT, suami korban Shirley Najoan?

Hari ini, Kamis (29/9/2022), Polres Minahasa Utara (Minut) akhirnya menetapkan FT sebagai tersangka.

Sebelumnya, FT hanya berstatus sebagai saksi dan wajib lapor.

Hal itu disampaikan, Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, di Polres Minut.

Kapolres didampingi Kasi Humas, Iptu Ennas Firdaus, dan Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Yulianus Samberi.

Seperti diketahui, Shirley Najoan meninggal pada Selasa 14 Juni 2022 di Rumah Sakit Sentra Medikal Hospital Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

Baca juga: Lesty Kejora Ngaku Alami KDRT, Humas Polres: 15 Tahun Penjara Menanti Pelaku yang Terjerat KDRT

Baca juga: Dinas Koperasi dan UKM Minahasa Sulawesi Utara Usulkan 42 Ribu Pelaku Usaha Dapat Bantuan 

Kasus tersebut dilaporkan anak korban, Eben Ratela, ke Polres Minut pada 15 Juni 2022.

Tempat kejadiandugaan KDRT di rumah mereka yang berada di Perum Rizky, Desa Kolongan Tetempangan, Minahasa Utara atau Minut. 

Bambang ketika ditemui mengatakan, Polres Minut menangani kasus ini dengan hati-hati.

Foto fis Kapolres Minahasa Utara AKBP Bambang Saam
Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, didampingi Kasi Humas, Iptu Ennas Firdaus, dan Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Yulianus Samberi.

"Terkait dengan penanganan kasus ini pada dasarnya kami dari Polres Minahasa Utara, khususnya Satreskrim di dalam penanganan kasus ini lebih kepada kehati-hatian dalam melakukan penyidikan," ucap Kapolres.

Setelah dilakukan investigasi gabungan dengan Direktorat Polda Sulut, tim kembali memeriksa saksi tambahan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Hari ini penyidik naikkan status FT, daripada saksi menjadi tersangka," tegas Kapolres.

Baca juga: Target Angka Stunting Nol, Ketua TP PKK Tomohon Ingatkan Peran Kader KB dan Puskesmas

Baca juga: Kecelakaan Maut di Perempatan, Seorang Gadis Muda Tewas, Korban Dilindas Truk Pengangkut Tanah

Menurut Kapolres dasar penetapan tersangka sesuai pasal 184 KUHAP dengan keterangan saksi petunjuk, keterangan ahli, dan hasil autopsi.

Selama ini Polres Minut memeriksa 10 saksi yang merupakan tetangga korban di TKP.

"Pasal yang diterapkan yaitu pasal 44 ayat 1 dan atau pasal 45 ayat 1 undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun," tutur Kapolres.

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, didampingi
Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, didampingi Kasi Humas, Iptu Ennas Firdaus, dan Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Yulianus Samberi.

Kapolres menyebutkan, untuk selanjutnya penyidik akan memeriksa kembali FT sebagai tersangka.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved