Advertorial
APBD Perubahan Boltim 2022 Turun Signifikan, Bupati SSM: Anggaran Pembangunan Tetap Prioritas
Ranperda APBD Boltim 2022 telah digelar pada Senin (26/9/2022). Berikut rincian hasil rapat.
Penulis: Rafsan Damopolii | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLTIM - Rapat Paripurna Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Ranperda APBD Boltim) digelar di Kantor DPRD Boltim, Senin (26/9/2022).
Rapat dibuka langsung oleh para Pimpinan DPRD, Fuad Landjar, Medy Lensun, serta Muhammad Jabir.
Rapat paripurna diawali penyampaian surat pengantar rapat oleh Sekretaris Daerah Boltim, Sonny Waroka.
Selanjutnya, Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, menyampaikan sejumlah penyesuaian anggaran yang diusulkan dalam APBD Perubahan Boltim tahun ini.
Usulan tersebut di antaranya penambahan biaya belanja gaji pegawai, belanja barang, belanja jasa, dan bantuan sosial.
"Untuk bantuan sosial terjadi penyesuaian untuk penanganan inflasi akibat dampak kenaikan BBM berdasarkan SK Kementerian Keuangan Nomor 134 Tahun 2022 tentang Belanja Wajib Sosial," papar dia.
Terkait belanja modal meliputi aset tanah, peralatan dan bangunan terjadi koreksi penambahan dan pengurangan menyesuaikan dengan pos anggaran yang tersedia.
Sedangkan biaya belanja tidak terduga meliputi pos anggaran tanggap darurat bencana, mengalami pengurangan signifikan dalam Perubahan APBD Boltim Tahun 2022 kali ini.
Dampak kenaikan BBM juga memaksa Pemkab Boltim menyesuaikan kembali target penerimaan pendapatan daerah dari semula Rp 597.338.161.247 dalam APBD Induk menjadi Rp 523.282.018.231 pada perubahan kali ini dengan selisih pengurangan sebesar Rp 69 miliar.
Demikian pula target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun menjadi Rp 12 miliar dari sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 15 miliar.
Baca juga: Bahas Politik Indonesia saat Ini, Rocky Gerung Soroti Cak Imin: Nggak Ada Malu-malu, Ya Bagus
Baca juga: PREDIKSI Indonesia vs Curacao, Ramadhan Sananta Ujung Tombak, Penggawa Persebaya Ini Ciamik
Pada pendapatan transfer daerah Boltim yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) juga mengalami penyesuaian signifikan.
"Dianggarkan Rp 562.422.170.305 dan setelah perubahan menjadi Rp 496.090.504.757, dengan selisih perbandingan Rp 66 miliar," sebut Mamonto.
Sementara itu, alokasi anggaran belanja daerah mengalami penurunan sekitar RP 39 miliar.
Pada APBD Induk Boltim 2022, alokasi anggaran belanja daerah diketahui berjumlah Rp 604 miliar, setelahnya diusulkan sekira Rp 565 miliar.
Meski demikian, Bupati SSM mengaku dengan keterbatasan anggaran yang diusulkan kali ini, Pemerintah Boltim tetap mengakomodasi prioritas anggaran program pembangunan sebagai manifestasi dari visi dan misi pemkab.
