Talaud Sulawesi Utara

Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Masih Aman dari Monkeypox

Hingga saat ini, di Kepulauan Talaud belum ada kasus monkeypox atau cacar monyet. Namun, masyarakat tetap diminta waspada.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/HO
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Marina Wantania. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TALAUD - Setelah pemerintah mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi virus monkeypox atau cacar monyet masuk ke Indonesia, pemerintah terus menghimbau masyarakat agar tetap waspada serta terus menguatkan pola hidup bersih dan sehat saat beraktivitas. 

Seperti dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, menyampaikannya pada 20 Agustus 2022.

Kasus pertama ini ditemukan pada tubuh seorang laki-laki berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke beberapa negara seperti Belanda, Swiss, Belgia, dan Prancis.

Dalam keterangannya, dr. Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa pasien terkonfirmasi monkeypox berada dalam kondisi yang baik-baik saja dan tidak mengalami sakit berat.

Selain itu, ditemukan ruam di muka, telapak tangan, dan juga kaki pasien.

Dengan kondisi demikian, pasien dinyatakan tidak perlu dirawat di rumah sakit, namun harus isolasi mandiri.

Baca juga: Pentingnya Akta Kelahiran, Dukcapil Sangihe Sosialisi hingga Jalin Kerja Sama dengan Rumah Sakit

Baca juga: Bupati Elly Lasut Pakai Baju Adat Talaud di Lamaran Anggota DPR Hillary - Perwira TNI Lettu Yohanes

Lebih lanjut, dr. Mohammad Syahril juga menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia diharapkan tidak panik dengan adanya temuan tersebut.

Hal ini dikarenakan daya tular dan fatalitas cacar monyet sangat rendah apabila dibandingkan dengan daya Covid-19.

Namun, masyarakat diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan berbagai langkah pencegahan monkeypox, serta segera melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat melalui fitur telemedicine apabila mengalami gejala monkeypox, agar bisa segera ditangani secara tepat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Marina Wantania.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Marina Wantania, kepada Tribunmanado.co.id mengatakan, untuk saat ini kasus cacar moyet atau monkeypox belum ada di Kepulauan Talaud.

"Monkeypox ini penyebaranya sangat cepat. Maka dari itu kami mengedukasi masyarakat agar selalu hidup bersih," bebernya, Jumat (23/9/2022).

Ia melanjutkan, jika ada masyarakat memiliki keluhan kesehatan segera ke layanan kesehatan terdekat agar penanganannya lebih cepat.

Baca juga: Lebih Aman untuk Kesehatan, Galon Air Minum Berbahan PET Diminati Warga Manado

Baca juga: 6 Penyebab Mood Swing Pada Wanita

"Sehingga tidak menjadi lebih buruk karena sudah di tangani tenaga medis," terangnya.

Marina menambahkan, gejala monkeypox dapat dirasakan seperti sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, dan yang paling menonjol adalah terdapat cacar atau benjolan-benjolan berair atau bernanah di seluruh tubuh.

Ilustrasi penyakit cacar monyet. Penyakit cacar monyet kini sudah bermutasi sehingga penularannya lebih mudah.
Ilustrasi penyakit cacar monyet. Penyakit cacar monyet kini sudah bermutasi sehingga penularannya lebih mudah. (Kompas.com/Reuters via BBC Indonesia)

"Makanya kami mengingatkan kepada masyarakat agar selalu hidup bersih, dan penularan monkeypox ini mirip-mirip Covid-19. Namun, pada intinya untuk kasus monkeyox ini ataupun penularan nya belum masuk Talaud," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved