Talaud Sulawesi Utara

Suara Masyarakat Perbatasan NKRI di Momen HUT ke-58 Sulawesi Utara

Besok Sulawesi Utara memasuki usia ke-58. Namun, belum semua masyarakat di daerah bisa menikmati kemajuan indfrastruktur.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Iven Mamentiwalo
Monumen Tuhan Yesus Raja Memberkati di Kabupaten kepulauan Talaud, Provinsi Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TALAUD - Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara Filipina. 

Selain Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe juga berbatasan dengan Filipina. 

Untuk bisa ke dua wilayah kepulauan ini, tidak selalu didukung dengan fasilitas transportasi yang memadahi. 

Kamis (22/9/2022), masyarakat Pulau Miangas saja masih mengalami kendala transportasi laut. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Robert T, warga Miangas.

"Dampak dari itu kami saat ini kekurangan stok bahan makanan karena kalau tidak adanya kapal, sudah tentu stok bahan makanan kami berkurang," ujar Robert. 

Baca juga: Momen Iriana Jokowi Undang Bupati Sragen ke Pernikahan Kaesang-Erina: Saya Diberi Tugas Apa, Bu?

Baca juga: Pembangunan Bandara Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara Tuntas, Kini Bisa Layani 5,7 Juta Penumpang

Hal yang sama juga dikatakan salah satu anggota TNI AD yang identitasnya minta dirahasiakan.

"Saat ini kami kekurangan stok obat-obatan. Tidak adanya dokter dan minimnya peralatan medis menjadikan semua warga Miangas harus bisa belajar menerima kenyataan hidup dengan keadaan sesulit apa pun," ungkap nya. 

Tak hanya warga di Pulau Miangas, warga Talaud lainnya juga mengeluhkan minimnya infrastruktur yang bisa mereka rasakan sebagai bagian dari warga negara. 

BBM Langka di Pulau Miangas, Nelayan Tak Bisa Melaut
BBM Langka di Pulau Miangas, Nelayan Tak Bisa Melaut (Ivent Mamentiwalo)

Seperti pengakuan Andy Jasman, warga Desa Dapihe, Kecamatan Tampa Na'mma.

Sampai saat ini warga desa tersebut masih belum bisa merasakan nikmatnya berkendara serta infrastruktur jalan dan jembatan. 

Untuk itu, Andy meminta pemerintah pusat dan provinsi memperhatikan kondisi masyarakat perbatasan.

Baca juga: Jelang Sulut United vs Persewar Waropen, Jaya Hartono Geber Fisik Eksel Runtuhaku Cs

Baca juga: Banyak Belum Tahu, Ternyata Ini Manfaat Mandi Air Dingin

"Kami menuntut janji Pak Presiden Joko Widodo dengan programnya membangun dari pinggiran supaya bisa terrealisasi guna menciptakan pembangunan yang merata sampai ke pelosok," ujar Jasman.

"Di momentum hari ulang tahun ke-58 Sulawesi Utara, mewakili warga perbatasan NKRI kami sangat mengharapkan ada perhatian dari pemerintah untuk segera bisa mencari solusi terkait permasalahan tersebut, " ungkap Jasman.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved