Berita Nasional

Sederet Transaksi Tak Wajar Lukas Enembe, PPATK: Ada Setoran ke Kasino Judi hingga Beli Jam Mewah

Ada 12 temuan PPATK, salah satunya terkait setoran tunai yang diduga disalurkan Lukas Enembe ke kasino judi.

Illustrasi Foto Jet Pribadi LE
Sederet Transaksi Tak Wajar Lukas Enembe, PPATK: Ada Setoran ke Kasino Judi hingga Beli Jam Mewah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Lukas Enembe Gubernur Papua kini ramai dibicarakan, pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun melakukan penelusuran terhadap aliran dana milik Lukas Enembe.

Mereka pun dikejutkan dengan sejumlah temuan penting.

Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual Anak di Manado Sulawesi Utara Pelakunya Kebanyakan Orang Dekat

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)  menemukan sejumlah transaksi mencurigakan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

Ada 12 temuan PPATK, salah satunya terkait setoran tunai yang diduga disalurkan Lukas Enembe ke kasino judi.

Nilainya ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

"Sejak 2017 hingga saat ini PPATK telah menyampaiakan sebanyak 12 hasil analisis kepada KPK, variasi kasusnya ada setoran tunai kemudian ada setoran melalui pihak lain angkanya satu miliar hingga ratusan miliar." 

"Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dolar, atau Rp 560 miliar itu setoran tunai dalam periode tertentu," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat Konferensi Pers, Senin (19/9/2022) yang dikutip dari tayangan youTube KompasTv. 

Kemudian, PPATK juga menemukan setoran pembelian jam tangan mewah senilai setengah miliar secara tunai.

"PPATK juga menemukan adanya pembelian jam tangan dari setoran tunai tadi sebesar USD 55 ribu, itu Rp 550 juta," kata Ivan. 

PPATK juga menduga, Lukas terlibat aktivitas perjudian di dua negara.

"PPATK juga mendapatkan informasi bekerja sama dengan negara lain dan ada aktivitas perjudian di dua negara yang berbeda," kata Ivan. 

Atas kasus ini, PPATK telah membekukan sejumlah transaksi yang diduga dilakukan Lukas ke beberapa orang melalui 11 penyedia jasa keuangan (PJK).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved