Boltim Sulawesi Utara

Tinutuan dan Goroho 'Gepe' di desa Purwerojo Boltim Sulawesi Utara Bikin Goyang Lidah 

Warga Bolaang Mongondow sendiri punya cara makan tinutuan yang khas. Yakni dipadukan dengan cemilan lokal pisang goreng goroho.

Penulis: Rafsan Damopolii | Editor: Chintya Rantung
Rafsan Damopolii/Tribun Manado
Salah satu tempat makan tinutuan di desa Purworejo, setiap pagi ramai dikunjungi para pemburu sarapan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tinutuan atau bubur manado, kuliner khas masyarakat Sulawesi Utara yang terkenal menyehatkan, karena diolah dari bahan segar sayur-sayuran.

Tinutuan juga cocok dipadukan dengan aneka cemilan lainnya, seperti gorengan atau rebusan. Bagi warga lokal, hampa rasanya jika makan tinutuan tanpa ditemani cemilan.

Warga Bolaang Mongondow sendiri punya cara makan tinutuan yang khas. Yakni dipadukan dengan cemilan lokal pisang goreng goroho.

Sebuah daerah sejuk di perbatasan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kotamobagu, berjejer sejumlah kios yang menyediakan menu tinutuan dan aneka gorengan setiap pagi. Tepatnya di desa Purworejo, Kecamatan Modayag, Boltim.

Salah satunya, Dapoer Kuliner Puncak Purworejo, di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Boltim.

Harga tinutuan di kios ini sangat terjangkau, mulai dari Rp 10.000 per porsinya. Harga yang sama untuk paket pisang goroho goreng. Kebanyakan, dua menu ini dipesan pengunjung secara bersamaan.

Segarnya rasa khas bubur manado, diadu dengan pisang goroho goreng 'gepe' atau dijepit menambah sensasi gurih, manis dan juga rasa kriuk di mulut. Sarapan ini mengenyangkan dan tentunya sehat di perut.

Ulfa Biki, sang pemilik kios menuturkan, bahan sayuran untuk tinutuan di sini dipanen lansung dari kebun belakang kios.

"Sayur-sayuran tinutuan seperti bayam, labu dan jagung kami tanam sendiri di kebun belakang, jadi setiap hari, bahannya selalu segar," tuturnya.

Makan di sini, anda dapat sekaligus menikmati asrinya udara alam pegunungan, karena letak desa Purworejo yang berada di tak jauh dari danau Goba Molunow, kaki Gunung Ambang.

Saban hari, kios ini ramai dipadati pengunjung yang sebagian besar datang dari Kota Kotamobagu. Jarak dan waktu tempuh dari pusat kota Kotamobagu sekitar 15 menit atau 11 kilometer menuju desa Purworejo.

"Resep tinutuan disini enak dan juga terjangkau. Biasanya pagi selalu ke sini bersama teman-teman atau pacar, untuk sarapan," ujar Diella Marto, pengunjung asal Kotamobagu Utara.

Bila anda berwisata ke Danau Goba Molunow Boltim, atau berkunjung ke Kotamobagu, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi menu sehat sarapan pagi bubur manado di desa Purworejo Modayag.

Baca juga: Terungkap Musibah yang Dialami Nagita Slavina Saat di New York, Pasrah Kehilangan Barang Ini

Baca juga: Akhirnya Terungkap Klarifikasi Sule soal Isu Nikahi Riesca Rose dan Punya Anak dari Wanita Lain

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved