Kasus Lukas Enembe
Siapa Sangka, Koalisi Rakyat Papua Save Lukas Enembe, Siap Gelar Demo Damai 20 September 2022 Nanti
Koalisi Rakyat Papua Save Lukas Enembe, gelar demo damai sebagai respon masyarakat Papua terhadap KPK yang menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa sangka, Koalisi Rakyat Papua Save Lukas Enembe, siap gelar demo damai 20 September 2022 nanti
Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Lukas Enembe selaku Gubernur Papua menjadi tersangka terkait dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar.
Nama Lukas Enembe menjadi sorotan publik
Hal yang sama juga menjadi perhatian masyarakat Papua
Diketahui para ribuan pendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Papua Save LE akan menggelar aksi demo damai di Jayapura, pada Selasa (20/9/2022).
Aksi ini adalah sebagai respon masyarakat Papua terhadap KPK yang menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.
Informasi yang dihimpun Tribun-Papua.com, aksi massa nantinya untuk menolak kriminalisasi KPK terhadap Gubernur Papua.
JAGA DAMAI - Pendeta Joop Suebu mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan, pasca-penetapan tersangka gratifikasi oleh KPK kepada Gubernur Lukas Enembe. Ribuan pendukung Gubernur Papua mengatasnamakan Koalisi Rakyat Papua Save LE akan menggelar demo damai pada di Jayapura, pada Selasa (20/9/2022). (Tribun-Papua.com/Istimewa)
Merespon hal ini, Ketua Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ), Pendeta Joop Suebu, meminta seluruh masyarakat Papua untuk tenang.
"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Papua tetap tenang menjaga situasi keamanan dan kamtibmas di Papua, dengan situasi hari-hari ini pak Gubernur Papua Lukas Enembe akan diperiksa oleh KPK. Biarkanlah hukum bisa berjalan," ujar Suebu di Jayapura, Sabtu (17/9/2022).
Menurutnya, aksi dukungan bagi Lukas Enembe sebetulnya telah memberikan edukasi politik yang salah kepada masyarakat.
Seharusnya, kata Pendeta Joop Suebu, masyarakat harus menghargai proses hukum berjalan.
Sebab, benar atau salahnya Lukas Enembe akan dibuktikan dalam hukum.
"Jangan kita mengedukasi masyarakat dengan pendidikan yang salah terhadap proses yang saat ini KPK sedang lakukan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe."
"Biarkanlah proses itu tetap berjalan. Kalau memang dia tidak bersalah, itu dapat dibuktikan melalui hukum. Kalau dia bersalah, itu juga akan dapat terbukti di depan hukum," ujarnya.