Brigadir J Tewas

IPW Bongkar Upaya Ferdy Sambo Lolos dari Jerat Hukuman Mati, Ternyata Lewat Hal Ini

Ketua IPW menyebutkan ada upaya Ferdy Sambo lolos dari jerat hukuman mati melalui hal ini.

Editor: Tirza Ponto
KOMPAS.com/ Tatang Guritno/Kristianto Purnomo
IPW Bongkar Upaya Ferdy Sambo Lolos dari Jerat Hukuman Mati, Ternyata Lewat Hal Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J terus dilakukan pihak berwajib.

Memasuki 2 bulan pengusutan, kasus ini belum masuk ke tahap persidangan.

Sejumlah pihak masih terus menyoroti kasus ini.

Baca juga: Pengacara Brigadir J Curigai Sambo yang Bisa Transfer Ratusan Juta ke Ajudannya, Gaji Polisi Berapa?

Kolase lima tersangka pembunuhan Brigadir J: (dari kiri ke kanan) Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf
Kolase lima tersangka pembunuhan Brigadir J: (dari kiri ke kanan) Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan/ Tribunjambi/ Aryo Tondang/ wartakota/ Yulianto/ istimewa)

Kasus pembunuhan ini menjerat lima orang menjadi tersangka yaitu, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Terbaru, lembaga dan tokoh bicara peluang Ferdy Sambo bisa lolos dari kasus ini.

IPW di antaranya, dia meminta Polri jangan lambat menangani kasus pembunuhan Brigadir J karena kelima tersangka bisa bebas.

Proses penanganan kasus Brigadir J jangan sampai melebihi batas masa tahanan para tersangka maksimal 120 hari.

Pasalnya jika sampai 120 hari ternyata belum lengkap, tersangka harus dilepaskan semua demi hukum.

“Jangan sampai nanti 120 hari ternyata belum lengkap, itu tersangka harus dilepaskan semua demi hukum,” kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dalam dialog Kompas Petang di Kompas TV, Rabu (14/9/2022).

IPW: Ferdy Sambo Bisa Lolos dari Hukuman Mati Lewat Isu Pelecehan Putri Candrawathi

IPW berpendapat soal ada makna tersendiri di balik menggaungnya isu pelecehan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga kuat adanya peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.

Disebutkan Komnas HAM, peristiwa kekerasan seksual tersebut dilakukan pada 7 Juli 2022.

Sementara itu Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso menilai ada upaya Ferdy Sambo ingin lolos dari ancaman hukuman mati, bersamaan dengan munculnya isu pelecehan seksual tersebut.

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Ternyata Ferdy Sambo Ingin Lolos Hukuman Mati Lewat Komnas HAM, IPW Bongkar Ini

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso - Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat jangan sampai melebihi batas masa tahanan yakni 120 hari karena para tersangka karena mereka bisa bebas demi hukum.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso - Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat jangan sampai melebihi batas masa tahanan yakni 120 hari karena para tersangka karena mereka bisa bebas demi hukum. (Tribunnews.com/ Fersianus Waku)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved