Brigadir J Tewas
Kisah 2 Bulan Kasus Pembunuhan Brigadir J hingga Kiat Ferdy Sambo Menghindari Hukuman Mati
kisah 2 Bulan kasus Brigadir J yang diskenariokan atasannya Irjen Ferdy Sambo
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelunya diketahui kasus Brigadir J sudah menjadi perhatian publik.
Sudah dua bulan lamanya kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas diselidiki pihak kepolisian.
Beberapa pengakuan dari para ajudan Ferdy Sambo pun membuka titik terang kasus Brigadir J.
Baca juga: Waduh! Jennifer Jill Nyaris Ceraikan Ajun Perwira, Baru Terungkap Penyebab Emosi Mami Ipel Naik

Negeri kita memang unik. Sangat unik. Pada peristiwa G30S PKI tahun 1965, prajurit menembak sampai mati sejumlah jenderal, pahlawan revolusi. Di era kini, lebih setengah abad setelah peristiwa G30S PKI tersebut, jenderal justru menembak mati prajurit. Itulah kisah Irjen Sambo yang membunuh prajuritnya sendiri, Joshua.
Kisah Irjen Sambo, masih berlangsung terus hingga kini. Selalu ada kejutan, hari demi hari. Kejutan tentang motif pembunuhan Joshua.
Kisah Sambo seolah kisah dalam film serial, yang penuh thriller. Kisah Sambo ini selalu menghadirkan apa yang disebut sebagai elements of surprise, karena selalu berubah.
Perubahan kisah tentang pelecehan seksual yang menjadi motif pembunuhan membuat publik semakin ragu tentang alibi yang dibangun Sambo.
Biarlah waktu kelak yang membuktikan, apa betul pelecehan seksual yang menjadi biang dari kemarahan Sambo terhadap Joshua yang menjadi pemicu utama pembunuhan terhadap Joshua.
Yang pasti, Sambo membayangkan bahwa alibi tentang pelecehan seksual yang dialami isterinya, bisa memberi pembenaran atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap Joshua.
Gunakan paham siri sebagai alasan pembenar?
Ada seorang kawan yang memberitahu saya, tidak tertutup kemungkinan Sambo berasumsi, sebagai orang Sulawesi Selatan yang menganut paham siri (harga diri atau martabat), pelecehan seksual terhadap isterinya memungkinkan dia menggunakan nilai budaya siri itu sebagai alasan pembenar atas tindakannya terhadap Joshua.
Sambo mungkin meyakini bahwa dengan siri itu dia lalu bisa leluasa dan memperoleh legitimasi membunuh karena martabatanya diinjak-injak. Siri dijadikan sebagai license to kill, ala James Bond. Semua teka teki dan keraguan ini, diuji di pengadilan kelak.
Yang pasti, hukum yang diterapkan dalam menguji kasus ini adalah hukum negara. Bukan hukum adat.
Namun, bisa saja kelak ada hakim progresif yang mengadili kasus ini, tiba-tiba menerapkan hukum adat dalam kasus Sambo. Wallahu Alam Bissawab. Kita nantikan adegan berikutnya.
Bila memang kasus pelecehan seksual terhadap isterinya yang menjadi dasar dan motif pembunuhan atas diri Joshua, dikaitkan dengan budaya siri orang Sulawesi Selatan, maka menurut saya, ini harus disikapi dengan kedalaman dan ketajaman nalar.