Suharso Monoarfa Lengser

Ganti Pemimpin, PPP Sulawesi Utara Tatap Pemilu 2024 Dengan Optimistis

PPP Sulawesi Utara menatap Pemilu 2024 lebih cerah usai Suharso Monoarfa diganti. Madzhabullah Ali berharap efek pergantian tak berdampak panjang.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Dokumentasi Pribadi
Sekretaris Umum DPW PPP Sulut, Madzhabullah Ali. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Utara optimis kepemimpinan baru PPP hasil Muskernas Serang, Banten, dapat membawa partai ini berjaya di Pemilu 2024.

"Insya Allah PPP optimis Pemilu 2024," kata Madzhabullah Ali, Sekretaris Umum DPW PPP Sulut kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (7/9/2022). 

Menurut Ali, semua keputusan pasti punya dampak.

Ia berharap, putusan yang diambil oleh DPP tidak akan berdampak panjang di tingkat DPW, DPC dan ranting. 

Ali menuturkan, DPW PPP Sulut turut hadir dalam Muskernas tersebut, yang diwakili oleh sekretaris wilayah.

"Ketua tidak hadir karena tugas daerah," lanjut Ali. 

Baca juga: Banjir Hadiah di Peringatan Hari Anak Nasional Bitung, Ini Harapan Maurits Mantiri ke Forum Anak

Baca juga: Brigadir J Miliki Kamar Pribadi di Rumah Putri Candrawathi, 7 Ajudan Sambo Lain Tidak Punya

Ia menuturkan, ketua umum sebelumnya, Suharso Monoarfa, diberhentikan berdasarkan surat dari tiga majelis partai dan telah dikaji oleh mahkamah partai.

Rapat Pengurus Harian DPP PPP memutuskan memberhentikan Suharso Monoarfa dari jabatan ketua umum DPP PPP dan diganti oleh Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketua Umum DPP PPP.

"Hasil rapat tersebut disahkan melalui Muskernas yang dilaksanakan di Serang, Banten dan dihadiri 29 DPW PPP se -Indonesia," kata Ali. 

Madzhabullah Ali, Sekretaris Umum DPW PPP Sulut
Sekretaris Umum DPW PPP Sulut, Madzhabullah Ali.

Seperti diketahui, Suharso Monoarfa resmi diberhentikan sebagai ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP, Usman M Tokan, mengatakan keputusan ini diambil sebagai sikap pimpinan tiga majelis terkait ramai dan gaduh soal Suharso Monoarfa secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Kabar Dinar Candy, Fokus Kerja Setelah Putus dari Ridho Illahi, Ubah Penampilan

Baca juga: Jelang Sulut United vs Persipura, Penonton Wajib Vaksin Dosis Lengkap

Usman mengatakan, dicopotnya Suharso Monoarfa dari jabatan Ketum ini sudah melalui banyak pertimbangan dan persetujuan banyak pihak, tak terkecuali Ketua Majelis Syariah, KH Mustofa Aqil Siraj, dilansir Tribunnews.com.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved