Bursa Capres

Pengamat Nilai Sandiaga Uno tak Setia di Parpol, Ungkap di Kandang PPP, Ini Sikap Gerindra

Pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno siap maju di Pilpres 2024

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno di Festival Pariwisata Likupang 2022 di Pantai Paal, Likupang, Jumat (29/07/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno siap maju di Pilpres 2024 menuai pro dan kontra terutama di internal Partai Gerindra.

Sebagian kader Partai Gerindra menyatakan keputusan sudah final yakni, Prabowo Capres 2024. Namun, mereka juga tidak melarang karena itu hak pribadi dari Sandi yang pernah berpasangan dengan Prabowo Subianto di Capres 2019.

Bahkan, ada pengamat yang menyebut hal ini merupakan langkah cerdas Sandiaga Uno yang saat itu melihat PPP belum merekomendasikan nama Capres.

Daftar 10 pejabat terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno teratas. Presiden Jokowi tak masuk.
Daftar 10 pejabat terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno teratas. Presiden Jokowi tak masuk. (Kompas.com/Antara Foto-Akbar N Gumay)

Padahal PPP bisa saja mengusulkan nama Capres melalui Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang telah dibangun bersama Partai Golkar dan PAN.

Melihat hal ini Pengamat Politik, Arif Nurul Imam menilai jika hal itu benar terjadi maka Sandiaga tidak loyal dengan keputusan Partai Gerindra.

Pasalnya, Gerindra sudah final mencalonkan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto sebagai capres di pemilu mendatang.

Baca juga: Baru Terungkap Peran Penting Kompol Baiquni Wibowo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J, Kini Dipecat

Baca juga: Nasib 97 Polisi yang Diduga Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Ada yang Dipecat

Sandiaga Uno, kata Arif, selaku kader partai seharusnya menaati keputusan tersebut.

"Sebagai kader Gerindra Sandiaga Uno, tentu seharusnya taat keputusan partai di mana Gerindra telah memutuskan akan mengusung Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres," kata Arif, Kamis (1/9/2022).

Menurut Arif, ketidakloyalan Sandi juga terlihat dari langkahnya mengumumkan kesiapannya nyapres saat menghadiri acara partai lain, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di saat dia masih kader Gerindra. 

"Artinya jika Sandiaga bersedia maju padahal merupakan kader Gerindra tentu ini sebuah bentuk ketidakloyalan dia pada partainya,” lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved