Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Peran Penting Kompol Baiquni Wibowo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J, Kini Dipecat

Kompol Baiquni Wibowo diberhentikan akibat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Berperan merusak barang bukti.

Editor: Frandi Piring
Dok. Handout
Kompol Baiquni Wibowo, dipecat karena menghalangi pengusutan kasus kematian Brigadir J. Melakukan upaya perusakan barang bukti handphone (HP) dan closed-circuit television (CCTV). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisaris Polisi ( Kompol ) Baiquni Wibowo, eks pejabat Propam Polri dipecat atau diberhentikan secara tidak hormat dari keanggotaan Polri karena terbukti menghalangi pengusutan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kompol Baiquni Wibowo diberhentikan akibat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Ia merupakan salah satu tersangka kasus obstruction of justice atau menghalangi pengusutan kasus kematian Brigadir J.

"Pemberhentian dengan tidak hormat dari anggota kepolisian," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Nasib 97 Polisi yang Diduga Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Ada yang Dipecat

Baca juga: Akhirnya Terungkap Asal Usul Foto Jenazah Brigadir J, Ternyata Ditemukan Komnas HAM Disini

Baca juga: Profil Kompol Baiquni Wibowo, Pejabat Propam Polri yang Dipecat Halangi Pengusutan Kasus Brigadir J

Dedi mengatakan, Kompol Baiquni ditetapkan melakukan tindakan atau perbuatan tercela.

Hasil putusan etik juga menyampaikan bahwa Kompol Baiquni diberi sanksi penempatan khusus selama 23 hari.

Proses sidang, menurut Dedi, digelar pada Jumat (2/9/2022) sejak pukul 09.30 WIB pagi hingga malam hari. Selama pemeriksaan ada 4 saksi dihadirkan.

Diketahui, tersangka kasus obstruction of justice yang ditetapkan Polri berjumlah 7 orang, termasuk Kompol Baiquni.

Keenam tersangka lainnya yaitu mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri.

Kemudian Kombes Agus Nurpatria selaku mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, serta AKBP Arif Rahman Arifin selaku mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.

Lalu, Kompol Chuck Putranto selaku mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri dan mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Ketujuh tersangka obstruction of justice itu melakukan upaya perusakan barang bukti handphone (HP) dan closed-circuit television (CCTV).

“Pertama merusak barang bukti HP, CCTV. Kedua, menambahkan barang bukti di TKP. Intinya itu,” kata Dedi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved