Hukum dan Kriminal

Guru Ngaji Suka Murid Lelaki Berkulit Putih, 7 Orang Jadi Korban, Modusnya Terkuak

Guru Ngaji di Banjarnegara, Jawa Tengah Suka Murid Lelaki Berkulit Putih 7 Orang Jadi Korban, Modusnya Tak Terduga.

Editor: Frandi Piring
DOK POLRES BANJARNEGARA
Guru Ngaji di Banjarnegara, Jawa Tengah Suka Murid Lelaki Berkulit Putih. 7 Orang Jadi Korban, Modusnya Tak Terduga. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang guru ngaji berinisial SAW alias JS (32) di Banjarnegara, Jawa Tengah mencabuli tujuh orang murid laki-laki.

SAW memiliki kelainan seksual mencabuli tujuh santri laki-laki dengan modus memanggil korban bertemu di rumahnya.

Tersangka SAW mengaku suka dengan anak laki-laki yang berkulit putih, bersih dan ganteng.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, tersangka mempunyai kelainan seksual, nafsu melihat anak laki-laki dengan modus memanggil korban.

Hendri menjelaskan, tersangka memanggil korban datang ke rumahnya dan melakukan perbuatan tidak senonoh kepada korban.

Sebanyak tujuh santri menjadi korban pencabulan, baru enam orang yang telah dimintai keterangan.

"Namun yang dilakukan interogasi baru enam anak. Ini bisa dikembangkan lagi nantinya pada saat pemeriksaan lanjutan," ujar Hendri.

Tersangka mengajar di pondok pesantren (ponpes) yang baru berdiri tahun 2019 dengan 200 orang santri.

Hendri mengimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih ponpes atau guru ngaji untuk anak.

Sebelumnya diberitakan, salah satu korban berinisial, AG (15) mengadu ke guru ngaji lainnya saat tersangka pulang ke Aceh untuk menemani istrinya melahirkan.

"Pada saat pergi kegiatan belajar digantikan guru lain, sehingga santri yang pernah mengalami perbuatan cabul cerita kepada guru yang menggantikan," kata Hendri melalui keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).

Kepada polisi korban mengaku telah dicabuli tersangka sebanyak empat kali, masing-masing dua kali pada bulan Juni dan Juli 2022 lalu.

Perbuatan itu dilakukan di rumah tersangka. Berdasarkan hasil pengembangan, perbuatan tersebut juga dilakukan tersangka terhadap enam santri lainnya.

Enam korban lainnya berinisial HA (13), NN (15), FN (13) tahun, MS (13), dan MA (15).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved