Internasional
Eropa Harus Turunkan Harga Gas Jika Tak Ingin Alami Musim Dingin Mengerikan
Eropa harus segera bergerak untuk menurunkan harga gas jika tidak ingin mengalami musim dingin mengerikan. Kini, pasokan gas dari Rusia terbatas.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Negara Uni Eropa disebut akan mengalami musim dingin terburuk jika tidak mengurangi harga gas.
Tak main-main, negara-negara Uni Eropa bahkan bisa menghadapi 5-10 musim dingin.
Harga gas juga harus ditentukan dan tidak digunakan untuk menentukan harga listrik.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Energi Belgia, Tinne Van der Straeten.
Negara-negara Uni Eropa telah berjuang dengan kenaikan harga energi yang besar sejak pemasok gas utama Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, dan memicu sanksi.
Negara-negara yang mendukung Ukraina mencoba memotong impor gas dan minyak Rusia.
Rusia, yang memasok UE dengan 40 persen gasnya tahun lalu, pada gilirannya membatasi pasokan.
Selain gas, harga listrik telah mencapai rekor tertinggi.
Gas alam masih banyak digunakan untuk menghasilkan listrik.
Karena harga gas naik, biayanya juga lebih mahal.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Selesai, China Kembali Lockdown hingga Akhir Pekan
Baca juga: Prabowo Subianto Disebut Jadi Cawapres Puan Maharani pada Pemilu 2024, Ini Kata Gerindra
Secara signifikan, harga ini digunakan saat membeli grosir listrik bahkan jika itu berasal dari sumber daya terbarukan yang jauh lebih murah.
"Kita harus menghentikan kegilaan yang terjadi saat ini di pasar energi," kata Kanselir Austria Karl Nehammer sebagaimana dilansir BBC pada Senin (29/8/2022).
"Kami tidak bisa membiarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin menentukan harga listrik Eropa setiap hari," tambahnya.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen juga mengkritik metode yang digunakan untuk menentukan harga listrik yang dijual di pasar Uni Eropa.
Berbicara kepada wartawan di Slovenia, dia mengatakan blok itu sedang mempersiapkan reformasi darurat "struktural" yang akan mengatasi biaya tinggi, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
