4 Hal Ini Buktikan Rekaman CCTV di Garasi Rumah Ferdy Sambo Diedit, Penjelasan Ahli Digital Forensik
rekaman CCTV dari sebuah garasi rumah merekam kegiatan Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan para ajudan yang tersebar di Medsos sudah diedit
TRIBUNMANADO.CO.ID- Sejak awal kejadian pembunuhan Brigadir J terkuak ke publik, polisi menyebutkan bahwa CCTV rusak.
namun belakangan polisi menyatakan bahwa rekaman CCTV di rumah tersebut sudah ditemukan.
namun pemeriksaan terhadap rekaman CCTV tersebut pun dilakukan untuk membuktikan keasliannya.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Putri Candrawathi Lakukan Ini Saat Brigadir J Ditembak, Semuanya Terekam CCTV
Simak video terkait :
Ada hal mengganjal yang ditemukan oleh tim digital forensik.
Polisi berhasil mendapatkan kembali digital video recorder (DVR) CCTV yang sebelumnya disebut menghilang dan rusak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.
Ahli Digital Forensik Abimanyu Wachjoewidajat menilai ada dua kemungkinan dari keberhasilan polisi tersebut.
Pertama, perangkat yang rusak bukanlah harddisk atau perangkat penyimpanan, sehingga data bisa dipulihkan kembali atau recovery.
Baca juga: Bukti Putri Candrawathi Terlibat Rencana Pembunuhan Brigadir J, Gelagat Terekam CCTV di 2 Titik Ini
Kemungkinan kedua, yakni CCTV dan DVR memang sudah dihilangkan atau dirusak. Namun sebelum dilakukan pemusnahan, data sempat dicadangkan ke perangkat lain.
Kemungkinan kedua ini diketahui Abimanyu dari konferensi pers kepolisian yang menjelaskan sejumlah barang bukti yang disita kepolisian, yakni empat hardisk eksternal merek WD, tablet, DVR CCTV yang ada di Duren Tiga, laptop merek Dell.
"Jadi ada kemungkinan memang sudah dirusak, tetapi sempat dikopi, sudah disalin ke komputer. Karena ada komponen tersebut, (barang bukti) saya yakin sebelumnya sudah di-backup," ujar Abimanyu saat dialog di program Kompas Petang KOMPAS TV, Sabtu (20/8/2022).
Baca juga: Akhirnya Terungkap, Sempat Ngaku Dilecehkan Brigadir J, Kini CCTV Bongkar Peran Putri Candrawathi
Rekaman CCTV Sudah Diedit
Abimanyu juga menilai, rekaman CCTV dari sebuah garasi rumah merekam kegiatan Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan para ajudan yang tersebar di media sosial pastinya sudah tidak murni lagi alias sudah diedit.
Pertama, kendaraan berwarna hitam terkompresi. Kedua, resolusi layar yang ditampilkan 1:1. Padahal, menurut Abimanyu, biasanya resolusi CCTV 4:3 atau 16:9.
"Sehingga demikian berarti ada area yang dipotong," ujar Abimanyu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/isi-rekaman-cctv-detik-detik-tewasnya-brigadir-j-kronologi-terungkap-2.jpg)