Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Nama Polri Tercoreng Karna Kasus Ferdy Sambo hingga Judi, Kapolri Tegas Perintahkan Bongkar Semua

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan bahwa peristiwa pembunuhan Brigadir J membuat nama polri tercoreng.

Kolase Tribun Manado/Dok Human Polri/ Tribunnews.com
Nama Polri Tercoreng Karna Kasus Ferdy Sambo hingga Judi, Kapolri Tegas Perintahkan Bongkar Semua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, disebut-sebut merupakan momentum untuk membangun kepercayaan Polri.

Namun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak menampik jika saat ini, ada penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini menyinggung soal kepercayaan terhadap Polri menurun.

Baca juga: Pantas Putri Candrawathi Terancam Hukuman Mati, Ternyata Punya Peran Penting Tewaskan Brigadir J

Menurutnya, adanya penurunan tingkat kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan.

Sigit mengatakan bahwa usai terungkapnya kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo cs, masyarakat mulai meragukan integritas seorang polisi.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membeberkan bahwa peristiwa pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat membuat nama polri tercoreng.

Bahkan karena peristiwa ini, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sangat jauh menurun dan menjadi catatan tersendiri bagi Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Terkait kepercayaan masyarakat terhadap institusi polri, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul ditindaklanjuti," ujarnya.

"Pascaterjadinya peristiwa duren tiga angka kita langsung anjlok, diangka 28 persen. Dan kemarin pada penetapan FS sebagai tersangka angkanya naik jadi 78 persen," tambahnya.

Kata Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo apa yang mereka jalani saat ini, yaitu mengungkap kasus pembunuhan brigadir J adalah pertaruhan bagi Polri.

"Harapan kita angka 78 itu minimla sama atau naik sesuai arahan Bapak presiden bahwa kita tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai dengan fakta, ungkap kebenaran apa adanya. Itu jadi pegangan kita," ujarnya.

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan terima kasih banyak untuk timsus yang sudah mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J secara teran benderang.

"Terima kasih timsus yang telah bekerja dan saya harapkan untuk timsus untuk betul-betul bekerja maksimal. Sehingga nanti kita bisa tentukan, beberapa orang yang masuk kelompok pidana utama pembunuhan, mana yang obstruck, mana yang melanggar kode etik. Semua itu nanti akan kita ungkap ke publik," ujarnya.

"Kita libatkan juga kelompok eksternal. Masyarakat juga mengawasi. Teman-teman di kompolnas juga mengawasi. Termasuk juga mitra kita yang ada di DPR yang juga ikut mengawasi, dan semua ini menjadi pertaruhan kita," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved