Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mahfud MD Sebut Grup Sambo Halangi Pengusutan Pembunuhan Brigadir J, Presiden Jokowi Beri Peringatan

Mahfud MD mengatakan anak buah Irjen Ferdy Sambo sempat menghalangi penyidikan kasus tewasnya Brigadir Joshua atau Brigadir J.

Editor: Alpen Martinus
Kolase Tribun Manado
Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan kepada publik bahwa ada sosok Jenderal Bintang Tiga di tubuh Polri yang menjumpai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan menyatakan akan mundur jika kasus Irjen Ferdy Sambo tak diproses dan tak dijadikan sebagai tersangka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J memang sudah menjadi atensi Presiden Jokowi.

bahkan Mahfud MD mengatakan, sejak awal Jokowi sudah menegaskan agar kasus tersebut segera diselesaikan dan jangan dibiarkan terlalu lama.

Pesan tersebut rupanya sudah diterima Kapolri dan Jendral Listyo Sigit sudah menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah terang benderang.

Baca juga: Mahfud MD Singgung Ada Kekaisaran Irjen Ferdy Sambo hingga Kerajaan Polri

Simak video terkait :

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)  Mahfud MD mengatakan anak buah Irjen Ferdy Sambo sempat menghalangi penyidikan kasus tewasnya Brigadir Joshua atau Brigadir J.

Mahfud mengaku hal tersebut yang membuat penyidik agak lama untuk membongkar kasus Brigadir J ditembak di rumah dinas Sambo.

"Yang saya dengar memang di Polri itu terjadi tarik-menarik yah. Bahkan grupnya Sambo itu konon dari daerah-daerah meskipun enggak ada tugas di Jakarta datang ngawal ke situ menghalang, upaya menghilangkan jejak itu dan menghalang-halangi penyidikan," kata Mahfud dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/8/2022).

Mahfud menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun akhirnya memanggil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Akhirnya Terbongkar Drama Melankolis Ferdy Sambo, Teriak Kesal Dizalimi, Mahfud MD Akui Dibohongi

Mahfud MD sebut Banyak pihak berusaha menutupi kasus pembunuhan Brigadir J.
Mahfud MD sebut Banyak pihak berusaha menutupi kasus pembunuhan Brigadir J. (Tangkapan Layar Youtube Deddy Corbuzier)

Setelah itu Jokowi memanggil Mahfud bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Terus presiden memanggil Kapolri diberi tahu supaya selesaikan. Sesudah Kapolri berikutnya saya, terpisah. Saya dengan Pak Pramono Anung," ujarnya.

Saat menemui Jokowi, Mahfud mengaku diminta agar meminta Kapolri segera mengumumkan kasus tersebut.

"Ada petunjuk Pak? 'Iya. Itu soal Kapolri itu kenapa lama-lama gitu. Sampaikan ke Kapolri bahwa saya percaya kepada Kapolri bisa menyelesaikan ini masalah sederhana kok tapi jangan lama-lama segera diumumkan, gitu kan," ungkap Mahfud menirukan ucapan Jokowi.

Baca juga: Pengakuan Benny Mamoto Cs saat Dipanggil Mahfud MD, Putuskan Ganti Skenario Kematian Brigadir J


Presiden Jokowi (paling kiri), Menko Polhukam Mahfud MD, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri. (Foto Kolase Tribunnews.com/Kompas.com)

Atas perintah Jokowi, Mahfud pun langsung meminta Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto untuk mengkomunikasikan arahan tersebut ke Kapolri.

Setelah itu, kata dia, Sigit pun berkomunikasi dengannya via WhatsApp (WA) dan mengaku jika kasus tersebut sudah terang benderang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved