Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Tembak Polisi

Pengakuan Benny Mamoto Cs saat Dipanggil Mahfud MD, Putuskan Ganti Skenario Kematian Brigadir J

Di awal kasus ini, ada dua institusi selain kepolisian yang cepat merespons yaitu, Kompolnas dan Komnas HAM. Hanya opini yang berkembang

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado
Beda pernyataan Benny Mamoto dan Mahfud MD dua pimpinan Kompolnas akan kejadian baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah Kadiv Propam 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Di awal kasus ini, ada dua institusi selain kepolisian yang cepat merespons yaitu, Kompolnas dan Komnas HAM. Hanya opini yang berkembang dari kedua institusi ini awalnya lebih mendukung hasil penyelidikan Polres Jakarta Selatan yang menyatakan terjadi pelecehan seksual, kemudian terjadi tembak menembak.

Skenario bahwa telah terjadi dugaan pelecehan seksual terhadap istri mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, kemudian terjadi adu tembak antara kedua ajudan sempat berkembang hampir seminggu di masyarakat.

Namun, akhirnya pemerintah merespons alibi yang diutarakan Kuasa Hukum Brigadir J yang menyatakan ketidakpercayaannya. Kemudian membangun opini yang lebih bisa diterima secara logis.

Kamaruddin Simanjuntak Kuasa Hukum Brigadir J. Ungkap dugaan kejahatan lain yang terjadi setelah Brigadir Tewas.
Kamaruddin Simanjuntak Kuasa Hukum Brigadir J. Ungkap dugaan kejahatan lain yang terjadi setelah Brigadir Tewas. (Kolase Tribun Manado/SHUTTERSTOCK/Istimewa)

Terkait kesimpangsiuran saat itu maka Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku sempat memanggil Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, terkait kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Mahfud MD mengaku memanggil Benny Mamoto untuk menanyakan perihal isu-isu yang menyebut jika Kompolnas dan Komnas HAM dibayar orang Ferdy Sambo.

"Isunya di luar saya bilang Kompolnas dan Komnas HAM itu sudah dipengaruhi lah, sudah diskenario bahkan kalau saya tunjukkan di medsos sudah dibayar. Apakah bapak pernah berhubungan dengan Sambo atau orangnya," kata Mahfud MD dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: KKB Papua Terlibat Baku Tembak dengan Aparat Selama 3 Jam di Intan Jaya, Gedung Pemerintah Dibakar

Baca juga: Karang Taruna Desa Linawan Bolsel Sulawesi Utara Gelar Upacara Kemerdekaan di Pasir Putih

Menurut Mahfud MD, pertanyaan tersebut pun dijawab Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti.

Poengky, kata dia, mengaku jika pernah dipanggil mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Mahfud MD menuturkan Ferdy Sambo sempat nangis-nangis mengaku istrinya, Putri Chandrawati dilecehkan Brigadir J.

"Yang jawab Poengky, Poengky ini anggota Perempuan, anggota Kompolnas. Saya pak yang dipanggil, mana, yah itu dia manggil cuma nangis aja," ujar Mahfud MD.

Bahkan, saat ditemui Poengky, Ferdy Sambo juga mengungkapkan kemarahannya bakal menembak hancur Brigadir J apabila berada di lokasi saat kejadian.

Iklan untuk Anda: Taruh Saja Ini di Dompet Anda dan Uang akan Datang dalam Sebulan!
Advertisement by

"Nangis, aduh saya ini dizalimi, dizalimi, istri saya dilecehkan. Kalau saya di situ saya tembak sendiri sampai hancur badannya (Brigadir J) gitu dia," ucap Mahfud MD meniru omongan Ferdy Sambo.

Baca juga: Potret Rara LIDA Manggung di Rusia, Kenakan Batik Khas Indonesia, Penampilannya Jadi Sorotan

Baca juga: Pecahkan Rekor MURI Masamper di Sangihe, Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan: Terima Kasih Masyarakat

Lebih lanjut, Mahfud MD pun mengaku sempat berdiskusi dengan seorang Anggota DPR RI.

Setelahnya, ia kembali memanggil Kompolnas guna mengganti skenario kasus tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved