Polisi Tembak Polisi

Siapa Anggota DPR yang Temui Ferdy Sambo Pasca Brigadir J Tewas? Kompolnas Terjebak

Mengurai awal munculnya kasus tewasnya Brigadir J,  Inspektur Jenderal Ferdy Sambo rupanya mengundang

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado
Kata Irjen Fadil Imran saat Ferdy Sambo Jadi Tersangka, 7 Anggotanya di Polda Metro Jaya Terseret Pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -   Mengurai awal munculnya kasus tewasnya Brigadir J,  Inspektur Jenderal Ferdy Sambo rupanya mengundang beberapa orang penting ke kantornya di Mabes Polri di Jakarta.

Ketika itu Ferdy Sambo belum dinonaktifkan dari jabatan Kadiv Propam Polri.

Di antaranya yang sempat melakukan pertemuan yakni, Anggota Kompolnas Poengky Indarti dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang datang menemui Ferdy Sambo di kantornya.

Akhirnya Terungkap, Posisi Brigadir J Sebelum Dieksekusi Ferdy Sambo, Tudingan Pelecehan Terpatahkan
Akhirnya Terungkap, Posisi Brigadir J Sebelum Dieksekusi Ferdy Sambo, Tudingan Pelecehan Terpatahkan (Grafis Tribun Manado/ Handout)

Menko Polhukam Mahfud MD juga menyebut ada anggota DPR yang diundang Ferdy Sambo namun tidak disebutkan namanya.

Baca juga: Baru Terungkap Fakta Putri Sambo Berbohong, Ternyata Brigadir Tak Melakukan Pelecehan, Kasus Ditutup

Baca juga: Klaster Covid-19 Sekolah Kembali Muncul di Manado Sulawesi Utara, Kasus Aktif Kembali 2 Digit

Anggota Kompolnas Temui Ferdy Sambo

Menko Polhukam Mahfud MD di acara podcast YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (12/8/2022) mengatakan tak lama setelah kematian Brigadir J, Ferdy Sambo sempat memainkan jebakan psikologis dengan sandiwara menangis-nangis di dahapan sejumlah pihak antara lain Kompolnas dan Komnas HAM.

Tujuannya agar muncul dukungan untuk skenario tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E.

Ferdy Sambo sengaja mengundang Kompolnas ke kantornya di Mabes Polri pada Senin (11/7/2022).

Saat itu kejanggalan kematian Brigadir J mulai terendus ke publik. Adapun Brigadir J meninggal pada 8 Juli 2022.

 
Undangan untuk Kompolnas itu ternyata hanya mempertontonkan tangisan-tangisan Ferdy Sambo.

“Kompolnas diundang Ferdy Sambo ke kantornya hanya untuk apa? Hanya untuk nangis-nangis di depan Kompolnas,” kata Mahfud MD.

Sambil menangis, Ferdy Sambo memunculkan narasi kematian Brigadir J ini dilatarbelakangi masalah pelecehan seksual terhadap istrinya, Putri Candrawathi.

“Saya (Ferdy Sambo) teraniaya. Kalau saya sendiri ada di situ, saya tembak habis dia, katanya gitu,” ucap Mahfud MD menirukan ucapan Irjen Ferdy Sambo.

Sosok Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, pemilik pistol Glock 17 yang dipakai Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Ferdy Sambo.
Sosok Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, pemilik pistol Glock 17 yang dipakai Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Ferdy Sambo. (Dok Pribadi/HO/Tribunnews.com)

Kompolnas sudah berusaha bertanya untuk mengetahui apa yang terjadi hingga merenggut nyawa Brigadir J. Lagi-lagi Ferdy Sambo menangis sambil mengucapkan, "Saya terhina, saya didzolimi."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved