Brigadir J Tewas
Karier Cemerlang Ferdy Sambo Kini Suram, Jenderal Bintang Dua Termuda Polri Terancam Hukuman Mati
Karier cemerlang mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, kini terancam redup setelah tersandung kasus penembakan Brigadir Joshua Hutabarat
Ia terbukti memerintahkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk menembak Brigadir J.
Tak hanya itu, ia juga melakukan rekayasa dengan menembak dinding-dinding rumah menggunakan senjata almarhum.
Tembakan di dinding rumah itu sengaja dibuat Irjen Ferdy Sambo untuk membuat kesan seolah terjadi tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E.
"Timsus menemukan, peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang dilakukan oleh saudara RE (Bharada E) atas perintah saudara FS."
"Untuk membuat seolah terjadi tembak menembak, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik saudara J ke dinding berkali-kali," urai Kapolri dalam konferensi pers, Selasa (9/8/2022), dikutip dari tayangan Breaking News KompasTV.

Tangani Sejumlah Kasus Besar
Sebagai bintang dua termuda di jajaran Jenderal Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo telah menangani sejumlah kasus besar.
Kariernya melesat sejak ia menjabat Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Ia pernah menangani kasus teror bom Sarinah dan kasus kopi sianida pada 2016, ketika menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya.
Karena keberhasilannya, Irjen Ferdy Sambo ditarik ke Bareskrim Polri dan dilantik menjadi Kasubdit Tiga Dittipidum Bareskrim Polri.
Dikutip dari Kompas.tv, tiga tahun setelahnya ia dipercaya menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri.
Ia pun memimpin pengungkapan kasus kebakaran Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020.
Kasus kebakaran tersebut juga bersamaan dengan penanganan kasus buron Djoko Tjandra yang melibatkan dua jenderal polisi.
Keprofesionalan Irjen Ferdy Sambo saat menangani kasus besar ini, membawanya menjadi Kadiv Propam Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/irjen-ferdy-sambo-foto-terbaru.jpg)