Tribun Manado Wiki
Mengenal Tugu Peringatan Pendaratan Batalyon Worang di Manado Sulawesi Utara yang Mulai Terlupakan
Sejarah patung tujuh orang tentara didekat Jumbo Pasar Swalayan Manado Sulawesi Utara
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
Pasukan Batalyon Worang waktu itu berjumlah sekitar 1.100 orang.
Saat mendarat di Manado, Komando KNIL saat itu tidak memberikan perlawanan ketika Batalyon Worang hendak menguasai Sulawesi Utara.
Padahal saat itu, tentara KNIL Sulawesi Utara/Troepen Commando Noord Celebes yang mempunyai satu Batalyon Infantri, satu Kesatuan Reserve Korps KNIL, dinas PHB, polisi Militer dan kesatuan logistik.
Mungkin mereka gentar dengan kekuatan Batalyon ini yang sukses mengambil alih Kota Makassar.
Sebelum mendarat di Manado, Batalyon ini bertugas meredakan pemberontakan Andi Azis di Makassar.
Saat itu pasukan Worang sempat bekerjasama dengan satuan TNI dibawah pimpinan Kolonel Alex Kawilarang.
Batalyon Worang yang tidak bisa mendarat di Makassar, terpaksa mendarat di Jeneponto.
Monumen pendaratan batalyon Worang juga berdiri di perempatan Jl Belokallong, Jeneponto.
Monumen ini berdiri pada tahun 1976, untuk mengenang pendaratan pasukan TNI-AD Batalyon Worang yang mendarat di Pantai Ujung Loe, Kecamatan Binamu, Jeneponto.
Selepas menguasai Manado, Batalyon Worang berangkat untuk operasi militer meredakan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).
Dalam setiap misinya, Batalyon ini sukses meredakan pemberontakan lokal yang disusupi para anggota KNIL dan berhasil melucuti senjata mereka.
Worang kemudian menjadi Gubernur Sulawesi Utara pada Maret 1967.
Worang memegang tampuk kepemimpinan Provinsi Sulut lebih dari satu dasawarsa atau tepatnya 11 tahun 3 bulan.
Saat menjabat Gubernur Sulawesi Utara, Worang sempat ditentang dan berusaha diusir oleh pelopor Corps Tuhanura yang terkenal dengan Peristiwa 2 September 1968.
Worang juga dikenal berhasil membawa Sulut melewati krisis pasca pergolakan Permesta.
Worang berhasil membangun ribuan km jalan aspal hingga meningkatkan kesejahteraan lewat perkebunan cengkih dan kopra. (Nie)
Baca juga: Setiap Malam Polisi Manado Akan Periksa Pengendara Sepeda Motor, Tekan Angka Kasus Penikaman
Baca juga: Petani Kopra di Sitaro Sulawesi Utara Berharap Harga Jual Kopra Tidak Anjlok