Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Wiki

Mengenal Tugu Peringatan Pendaratan Batalyon Worang di Manado Sulawesi Utara yang Mulai Terlupakan

Sejarah patung tujuh orang tentara didekat Jumbo Pasar Swalayan Manado Sulawesi Utara

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
nielton durado/tribun manado
Patung Tugu Peringatan Pendaratan Batalyon Worang di Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang sering berbelanja di pusat kota kawasan pasar 45 Manado, pasti tak asing dengan patung tujuh orang tentara didekat Jumbo Pasar Swalayan.  

Namun sayang, banyak dari masyarakat Sulut kini tak tahu makna dari patung yang berdiri tepat berhadapan dengan pintu masuk Jumbo pasar swalayan ini.

Patung ini merupakan tugu peringatan pendaratan Batalyon Worang pada bulan Mei 1950 dengan misi untuk mencegah Sulawesi Utara bergabung dengan Negara Indonesia Timur (NIT) dan pengaruh NICA.

Masa itu, pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, kondisi Indonesia Timur masih bergejolak.

Banyak muncul pemberontakan lokal yang tak setuju dengan kebijakan pusat.

Apalagi saat itu, pasukan KNIL masih menguasai kawasan Indonesia Timur.

Batalyon Worang merupakan pasukan di bawah Markas Besar Angkatan Darat, yang bernama Batalyon B pada Brigade 16 TNI AD.

Pasukan ini populer dengan nama Batalyon Worang karena pemimpinnya Mayor Hein Victor Worang.

Mereka bertugas ke beberapa daerah di Indonesia Timur seperti Manado, Makassar dan Maluku Selatan untuk mempertahankan keutuhan negara kesatuan RI dari gerakan separatis.

Hein Victor Worang (Kembie) yang lahir di Tontalete, Tonsea, Minahasa Utara, 12 Maret 1919 pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara periode 2 Maret 1967- 21 Juni 1978.

Worang merupakan putra Sulut pertama yang mendapatkan pangkat Jenderal TNI AD bintang satu dan bintang dua. 

Ini terjadi pada Januari 1965 dan Juli 1971.

Worang meninggal di Jakarta pada tanggal 3 Februari 1982 dan makamnya di Tontalete, Minahasa Utara.

Dalam tugu peringatan mendaratnya Batalyon Worang, terlihat ada tujuh orang memanggul senjata yang sedang berdiri.

Hal itu melambangkan Batalyon Worang yang terdiri dari tujuh kompi masing-masing, Kompi Yuus Somba, Kompi Utu Lalu, Kompi Wim Tenges, Kompi Wuisan, Kompi Andi Odang, Kompi John Ottay, dan Kompi Wim Yoseph (Kompi Markas) dengan Kepala Staf Batalyon Kapten Rory.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved