Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Alasan Putri Menangis dari Magelang, Benarkah Karena Perselingkuhan Ferdy Sambo?

Bharada E mengakui Putri Candrawathi menangis dari Magelang. Benarkah motif pembunuhan Brigadir J karena perselingkuhan sang Jenderal?

Editor: Tirza Ponto
Youtube CNN Indonesia/HO
Akhirnya Terungkap Alasan Putri Menangis dari Magelang, Benarkah Karena Perselingkuhan Ferdy Sambo? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Motif Pembunuhan Brigadir J masih terus diselidiki tim penyidik.

Dalam kasus ini pihak kepolisian telah menetapkan empat tersangka pembunuhan Brigadir J. Salah satunya Irjen Ferdy Sambo yang menjadi dalang pembunuhan Brigadir J.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bharada E diperintahkan oleh atasannya yaitu Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua.

Bharada E (kiri), Irjen Ferdy Sambo (kanan)
Bharada E (kiri), Irjen Ferdy Sambo (kanan) - Bharada E mengakui Putri Candrawathi menangis dari Magelang. Benarkah motif pembunuhan Brigadir J karena perselingkuhan sang Jenderal? (Kolase Tribun Manado)

Baca juga: Baru Terungkap Tak Ada Penganiayaan Ferdy Sambo ke Brigadir J, Langsung Ditembak Bharada E di TKP

Terbaru pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin mengatakan kliennya tidak mengetahui sama sekali motif Irjen Ferdy Sambo menyuruhnya menembak Brigadir J.

"Dia tidak tahu sama sekali. Dari pengakuan Bharada E, kalau di TKP tidak ada pertengkaran sama sekali. Yang dia cerita itu, dari Magelang mungkin ada masalah antara ibu dan Irjen Ferdy Sambo, begitu," kata Boerhanuddin di Hot Room Metro TV, Rabu (10/8/2022) malam.

Sebab kata Boerhanuddin, sejak di Magelang istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) sudah menangis-nangis.

"Bharada E tidak menyebut masalahnya, cuma katanya Ibu Putri nangis-nangis dari Magelang itu. Menangis-nangis di rumah di Magelang situ," kata Boerhanuddin.

Diduga katanya ada pertengkaran antara Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi di Magelang yang mengakibatkan Putri menangis.

"Bharada E tidak sampaikan motif menangis ibu Putri karena apa. Bharada E tidak tahu kenapa sampai menangis," ujar Boerhanuddin.

Menurutnya dari kesaksian Bharada E, di lokasi kejadian di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, tidak ada pertengkaran sama sekali.

"Dugaan pelecehan itu tidak ada di TKP sama sekali, menurut Bharada E. Pengakuannya di TKP, Brigadir J belum tertembak. Yang pertama menembak adalah Bharada E atas perintah Irjen Sambo. Lalu dari pengakuan Bharada E tidak ada penganiayaan sama sekali," katanya.

Sebagai bawahan, katanya, Bharada E tidak kuasa menolak perintah Irjen Ferdy Sambo.

Motif Pembunuhan Menurut Mahfud MD

Dari keterangan Bharada E, kata Boerhanuddin, motif pembunuhan Brigadir J mengarah seperti pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan motif kasus ini sensitif dan mungkin hanya bisa di dengar orang dewasa.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved