Bolsel Sulawesi Utara

Ini Penjelasan Dinas PPKBP3A Terkait Tingginya Angka Kekerasan Anak di Bolsel Sulawesi Utara

Tahun 2022 kasus kekerasan terhadap anak di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) cukup tinggi.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
Indra lapa/Tribun Manado
Kabid PA Dinas PPKBP3A Bolsel Sulawesi Utara Siti Mardatillah van Gobel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahun 2022 kasus kekerasan terhadap anak di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) cukup tinggi.

"Tahun ini cukup tinggi kasusnya, karena baru bulan Agustus sudah 7 kasus," ujar Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel, Suhartini Damo melaui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak (PA), Siti Mardatillah Van Gobel, Rabu (10/8/2022).

Kabid Siti Mardatillah mengatakan, kasus tersebut sudah bukan cabul tapi persetubuhan.

"Kebanyakan kasus itu dari lingkungan keluarganya," ucapnya.

Ia pun mengharapkan kedepan kasus seperti ini berkurang.

"Harapan kedepan kasus seperti ini tidak ada lagi atau 0 kasus. Kalau pun ada paling tidak hanya 1, 2 kasus saja," pintanya.

Ia menyampaikan, pihaknya juga memohon kerjasama baik dari stakeholder, pemerintah juga masyarakat.

"Terutama dari kalangan masyarakat juga, misal ada sesuatu yang dilihat sudah ada yang aneh-aneh dilaporkan langsung kita usut, jangan dibiarkan," ungkapnya.

"Kebanyakan ada yang tau tapi diam, biasanya orang beranggapan, kita lapor tapi kitanya terbawa bawah lagi. Mereka takut dengan hal itu," kata Kabid.

Ia menambahkan, jangan saat terluka baru diobati.

"Paling tidak sudah ada antisipasi, sebelum jatuh kita sudah tau di depan ada lubang," tandasnya. (Dra)

Baca juga: Akhirnya Terungkap Peran Kuwat Maruf, Sosok Sipil Tersangka Kasus Brigadir J, Sopir Putri Candrawati

Baca juga: Baru Terungkap Pengakuan Ketua RT Ikut Geledah Rumah Ferdy Sambo, Heran Tak Ada Foto Putri

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved