Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap 8 Pengakuan Mengejutkan Bharada E, Diperintah Menembak Hingga Skenario Pembunuhan
Simak 8 pengakuan Mengejutkan Bharada E, diantaranya menyebutkan ada perintah menembak dari atasan hingga skenario pembunuhan berikut ini.
Deolipa Yumara pengacara Bharada E juga mengungkapkan bahwa kliennya diminta membuat skenario dalam kasus penembakan Brigadir J.
Deolipa mengatakan Bharada E mengalami banyak tekanan batin terkait kasus tersebut.
"Tekanan ini termasuk permintaan pembuatan skenario. Seolah-olah kejadiannya begini, padahal dalam kenyataannya kejadiannya begitu," jelasnya di Kompas.TV, Minggu (7/8/2022).
"Dia berubah dari posisi tekanan di mana dia harus berbuat begini, begini, begini. Dia harus bercerita apa adanya. Jadi ada perubahan," ujarnya.
Ketika ditanya apakah itu juga termasuk soal status Bharada E yang sebelumnya dikatakan sebagai pengawal pribadi kemudian jadi sopir, hingga pernyataan soal jarak tembak yang berubah dari 6 meter jadi 2 meter, Deolipa membenarkan hal tersebut.
"Betul sekali," kata dia.
6. Dulu pernyataan Bharada E omong kosong
Terkait skenario pembunuhan itu, Deolipa Yumara mengatakan penjelasan Bharada E yang disebutnya skenario terdahulu adalah omong kosong.
"Skenario yang terdahulu adalah cerita omong kosong. Omong kosong," ujarnya.
Meski demikian, Deolipa mengatakan kliennya mengakui menembak Brigadir J.
Tetapi dia menjelaskan terdapat skenario yang tak sesuai dengan pengakuannya.
"Dia sudah mengakui itu, tetapi skenarionya tidak begitu. Keadaan yang nyata tidak begitu," jelasnya.
7. Bukan tersangka tunggal
Kuasa Hukum Bharada E lainnya Muhammad Boerhanuddin, mengungkapkan kliennya telah membeberkan nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus penembakan Brigadir J.
Nama-nama itu, kata Boerhanuddin, disampaikan Bharada E saat menjalani proses berita acara pemeriksaan (BAP), Sabtu (6/8/2022) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bharada-E-dan-Bripka-Ricky-adalah-Ajudan-Irjen-Ferdy-Sambo.jpg)