Minsel Sulawesi Utara

Berantas Rabies Pemerintah Kabupaten Minsel Sulawesi Utara Lakukan Vasinasi 7000 HPR

Pemerintah Kabupaten Minsel Sulawesi Utara Lakukan Vasinasi 7000 HPR untuk Berantas Rabies.

Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Rizali Posumah
Tribun Bali/dwi suputra
Ilustrasi rabies - Pemerintah Kabupaten Minsel Sulawesi Utara Lakukan Vasinasi 7000 HPR 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara melalui dinas Pertanian dan peternakan Minsel berupaya melakukan pemberantasan rabies.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan melalui Kabid Peternakan drh Ketut Wahyudi Arta kepada Tribun Manado, Rabu (3/8/2022) mengatakan, pemberantasan rabies melalui vaksinasi secara gratis terhadap 7000 Hewan Pembawa Rabies (HPR) anjing dan kucing Tahun 2022.

"Dari awal tahun Sampai bulan April 2022 sudah ada 3000 dosis vaksin yang disuntikan dan itu merupakan bantuan dari Provinsi. 

Saat ini ada 4000 dosis vaksin sumber dari APBD Minsel untuk vaksinasi 4000 HPR, mulai dari kecamatan Tareran," kata Ketut Arta.

Menurut Ketut Arta, kesadaran masyarakat akan bahaya rabies di Minsel sudah meningkat.

"Mereka mulai bertanggung jawab akan hewannya namun kami dari dinas tetap terus menerus melakukan sosialisasi bahaya rabies," ujarnya.

Terkait dengan kendala saat melakukan vaksinasi dilapangan dia bilang pemahaman masyarakat masih perlu ditingkatkan.

"Saat ini ada 14 vaksinator yang bertugas dilapangan.

Biasanya terjadi penolakan karena warga enggan hewannya divaksin karena takut mati dan ada juga yang tidak mau hewannya divaksin karena mitos kalau divaksin hewan akan kudisan," jelasnya.

Tanda rabies pada hewan sangat bervariasi, seperti adanya perubahan tingkah laku. Perubahan perilaku itu hewan tunjukkan dengan mencari tempat yang dingin dan menyendiri.

Agresif atau menggigit benda-benda yang bergerak termasuk menggigit pemiliknya.

Selain itu juga perilaku hewan tersebut bisa ditandai dengan memakan benda-benda yang tidak seharusnya menjadi makanannya, hiperseksual, mengeluarkan air liur berlebihan, kejang-kejang, paralisis/lumpuh dan akan mati dalam waktu 14 hari.

"Umumnya hewan terinfeksi rabies akan mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda tersebut terlihat,"pungkasnya. (Isak)

Akhirnya Terungkap Kini Bharada E Jadi Tersangka Tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam

Akhirnya Terungkap Istri Ferdy Sambo Masih Belum Bisa Diperiksa, Ini Kata Timsus Kapolri


 

 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved