Internasional

Ditemukan di Rumah Persembunyian di Kabul, Kronologi Tewasnya Pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri

Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri tewas akibat serangan pesawat tak berawak. Sebelumnya ia ditemukan di rumah persembunyian di Kabul, Afghanistan.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/New York Post
Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan tewasnya pemimpin Al Qaeda Ayman Azawahiri. 

Dengan tewasnya Al Zawahiri, Biden menegaskan keadilan telah ditegakkan.

ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden melambai ke media saat menaiki Air Force One di Pangkalan Bersama Andrews di Maryland, Amerika Serikat, Jumat (9/7/2021).
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden melambai ke media saat menaiki Air Force One di Pangkalan Bersama Andrews di Maryland, Amerika Serikat, Jumat (9/7/2021). (Reuters)

"Ia mengukir jejak pembunuhan dan kekerasan terhadap warga Amerika, anggota layanan Amerika, diplomat Amerika, dan kepentingan Amerika," ujarnya.

"Sekarang, keadilan telah ditegakkan. Dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi," tegas Biden.

Di akhir hidupnya, Al Zawahiri disebutkan menjalani kehidupan yang penuh kerahasiaan, pengkhianatan, konspirasi, dan kekerasan, sebagaimana diberitakan New York Times.

Dengan kematian Al Zawahiri, semua komplotan top serangan 11 September 2001, sekarang mati atau ditangkap.

Senin, Biro Investigasi Federal (FBI) memperbarui poster Al Zawahiri yang awalnya berstatus "Teroris Paling Dicari" menjadi "Meninggal."

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Manado Sepanjang Hari Cerah Berawan, Minsel Hujan Ringan

Baca juga: IPW Minta LPSK Isolasi Bharada E Usai Keterangannya soal Tewasnya Brigadir J Berubah

Taliban Mengonfirmasi Adanya Serangan Pesawat Tak Berawak

Masih dari CBS News, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Senin (1/8/2022), mengonfirmasi adanya serangan udara yang dilakukan pesawat tak berawak di Kabul.

Ia mengatakan Imarah Islam Afghanistan memandang serangan itu sebagai pelanggaran yang jelas terhadap prinsip internasional.

Sementera itu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan bahwa dengan melindungi Ayman Al Zawahiri di Afghanistan, "Taliban sangat melanggar Perjanjian Doha dan mengulangi jaminan (Taliban pada) dunia, bahwa mereka (Taliban) tidak akan membiarkan wilayah Afghanistan digunakan oleh teroris untuk mengancam keamanan negara lain."

Mantan Penjabat Direktur CIA dan kontributor CBS News, Michael Morell, mengatakan, "Sangat sulit bagi saya untuk percaya (Al Zawahiri) berada di Kabul tanpa sepengetahuan setidaknya beberapa pemimpin Taliban."

Pasukan Front al-Nusra, sayap Al Qaeda di Suriah
Pasukan Front al-Nusra, sayap Al Qaeda di Suriah (Getty Images/AFP/OH Kadour)

Memperhatikan Al Zawahiri "tinggal di sana dengan cukup terbuka, tidak berusaha bersembunyi," Morell mengatakan serangan itu juga menjelaskan kepada anggota Al Qaeda lainnya di Afghanistan bahwa mereka masih harus khawatir tentang keamanan mereka, meskipun faktanya AS tidak lagi memiliki pasukan di sana.

Al Zawahiri telah lama menjadi buronan.

Setelah serangan teroris 11 September 2001, Presiden saat itu, George W Bush, merilis daftar 22 teroris paling dicari FBI, dengan Al Zawahiri di daftar teratas bersama Osama bin Laden.

Baca juga: Kondisi Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Drop, Asesmen Psikologi Dilakukan di Rumah

Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Brigadir J Diancam Dibunuh, Diduga karena Berprestasi dan Disayang

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved