Brigadir J Tewas
Baru Terungkap Temuan Kejanggalan Baru pada Jenazah Brigadir J, Pankreas dan Kantung Kemih Hilang
Temukan kejanggalan baru, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa organ pankreas dan kantung kemih Brigadir J telah hilang.
Tanggapan Eks Kabareskrim Polri
Temuan kuasa hukum Brigadir J soal posisi otak Brigadir J turut memantik atensi Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi.
Pengamat kepolisian itu menyebut bahwa hasil autopsi jenazah memang tidak harus selalu dijelaskan ke keluarga korban.
"Sepengetahuan saya, autopsi ini tidak harus disampaikan kepada keluarga. Untuk mencegah terjadinya trauma," kata Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi.
Lebih lanjut, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi juga memaparkan analisa terkait temuan organ otak Brigadir J yang dipindahkan ke dada.
Menurut Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi, hal tersebut sering ia lihat di film-film.
"Ini bisa saja diuji secara kode etik profesi. Saya lihat di film-film saja, kalau mengambil otak karena memang mengambil peluru yang menembus kepala. Kenapa ditaruh di perut?
saya enggak tahu karena saya bukan ahli forensik. Tapi saya lihat beberapa di film, itu mungkin ada sesuatu yang hampir sama," ungkap Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi.
Adapun dugaan soal adanya dugaan malpraktek dalam autopsi Brigadir J, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi tak bisa berbicara banyak.
Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi hanya meminta agar kuasa hukum Brigadir J bisa melaporkan dugaan tersebut ke pihak berwajib.
"Saya tidak mengatakan ini benar atau tidak, tapi alangkah lebih baiknya, ketika ada dugaan malpraktek, dalam hal pelaksaan autopsi, bisa diuji secara hukum," imbuh Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kantung Kemih dan Pankreas Brigadir J Menghilang? Pengacara Beberkan Temuan Dokter saat Ekshumasi,