Brigadir J Tewas
Baru Terungkap Temuan Kejanggalan Baru pada Jenazah Brigadir J, Pankreas dan Kantung Kemih Hilang
Temukan kejanggalan baru, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa organ pankreas dan kantung kemih Brigadir J telah hilang.
"Kemudian pada rapat terakhir offline, menjelang tanggal 27 atau tepatnya antara 26-27 Juli, terjadi pergeseran bahwa yang boleh melihat hanyalah yang berprofesi di bidang dokter atau medis," imbuhnya.
Dokter dari pihak keluarga Brigadir J yang dihadirkan saat ekshumasi sebanyak dua orang, yakni dokter Herlina Lubis dan dokter Martina Aritonang Rajagukguk.
"Merekalah yang mewakili kita sebagai ambassador atau sebagai duta kita untuk mewakili keluarga dan penasehat hukum masuk ke ruang autopsi itu.
Mereka di sana bekerja bersama-sama ahli forensik," kata Kamaruddin.
Kemudian dokter Herlina Lubis dan dokter Martina Aritonang Rajagukguk mengurai beberapa temuannya terkait kondisi jenazah Brigadir J saat ekshumasi.
Saat memeriksa bagian dalam kepala Brigadir J, dokter tak menemukan otak almarhum.
Tak cuma itu pankreas, dan kantung kemih Brigadir J juga tak terlihat.
"Kemudian berdasarkan hasil pekerjaan mereka di sana, dicatatkanlah apa yang mereka saksikan berdasarkan kesepakatan mereka di situ
dan segera setelah pemakaman saya mintakan untuk dibuatkan laporan tertulis kemudian diaktekan secara notaris," kata Kamaruddin.
"Dari akta notaris inilah satu persatu saya bacakan, yaitu diketahui bahwa otaknya yang tadinya di kepala sudah ada di bagian perut
kemudian organ-organ lainnya diduga hilang, yaitu seperti pankreas dan kantung kemih tidak ditemukan begitu," jelasnya.
(Potret jenazah Brigadir J. Kamaruddin Simanjuntak sebut pankreas dan kantung kemih Brigadir J tak ditemukan atau hilang./Dok. Handout)
Di akhir pernyataanya, Kamaruddin kembali menegaskan keanehan atau kejanggalan pada organ tubuh Brigadir J, ditemukan saat proses ekshumasi, Rabu lalu di Jambi.
"Pada saat autopsi kedua ketahuan ya. Artinya sudah terjadi pada penguburan yang pertama," ujarnya.
"Kemudian setelah 19 hari digali, setelah digali, diautopsi ulang atau visum et repertum. Kemudian ketika dibuka itu organ-organnya tidak ditemukan akan pankreas maupun kantong kemihnya," imbuhnya.