Minsel Sulawesi Utara

Bangun Kantor Hukum Tua di Masa Pandemi, Desa Wiau Lapi Minsel Sulawesi Utara Juara Lomba Desa

Desa Wiau Lapi, menjadi utusan Sulawesi Utara untuk Lomba Desa dan Evaluasi Perkembangan Desa tingkat regional.

Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Chintya Rantung
Ist
Kantor Hukum Tua Desa Wiau Lapi Minsel Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Desa Wiau Lapi, menjadi utusan Sulawesi Utara untuk Lomba Desa dan Evaluasi Perkembangan Desa tingkat regional.

Pembangunan Kantor Hukum Tua Desa Wiau Lapi, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan dalam tempo yang singkat yakni awal 2020 sampai akhir 2021 berhasil membawa desa ini menjadi juara lomba desa mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.

Pembangunan kantor desa yang menelan anggaran sekitar 350 juta rupiah ditengah masa Pandemi Covid-19 dilakukan secara swadaya murni dari masyarakat dengan semangat gotong royong.

Penjabat Hukum Tua Desa Wiau Lapi Christian Karamoy kepada Tribun Manado, diruang kerjanya, Senin (1/7/2022) mengatakan ada beberapa hal yang membawa desa Wiau Lapi sebagai juara lomba desa, selain pembangunan kantor Hukum tua.

"Kami sangat bersyukur desa Wiau Lapi meraih juara lomba desa di tingkat provinsi. Hal ini tidak lepas dari kerjasama pemerintah desa dan masyarakat.

Dari penilaian yang ada, Desa Wiau Lapi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan desa lain.

Wiau Lapi salah satu desa dari 13 desa di Kecamatan Tareran hanya memiliki 4 jaga dan memiliki 5 denominasi gereja disini.

Dari potensi lainnya seperti administrasi desa, profil desa, dasar keluarga 4 bidang pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan.

Selain itu masyarakat berani membangun kantor desa dengan swadaya murni ditengah masa Pandemi dengan biaya 350 juta rupiah sebagaimana yang menjadi salah satu persyaratan lomba desa.

Dan ada juga yang tidak kalah pentingnya, didesa ini ada dua lokasi wisata air terjun yakni Kulung-Kulung dan Tunan," papar Karamoy.

Desa Wiau Lapi memiliki jumlah penduduk sebanyak 974 jiwa, 313 kk di 4 jaga.

Sektor ekonomi masyarakat di desa ini mayoritas petani pengolah Captikus dan gula merah/gula batu, selain itu ada juga Vanili dan tanaman padi. (Isak)

Baca juga: Kesaksian Bharada E saat Eksekusi Brigadir J hingga Tewas: Saya Masih Tembak Korban yang Sudah Jatuh

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi Pukul 06.30 WIB, Pelajar Tewas Tergilas Truk Semen, Korban Terseret

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved