Tajuk Tamu

Pentingnya Pembelajaran Bahasa Jepang di SMK Pertanian dan Kaitannya dengan Peluang Kerja di Jepang

Di era globalisasi, saat ini banyak sekali pencari kerja Indonesia yang berminat menggeluti karier di luar negeri, termasuk Jepang.

Editor: Chintya Rantung
Ist
Ilke Janemralina Moniung SPd MHum 

Ilke Janemralina Moniung SPd MHum

(Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jepang adalah salah satu negara tujuan untuk berkarier diberbagai bidang pekerjaan.

Di era globalisasi, saat ini banyak sekali pencari kerja Indonesia yang berminat menggeluti karier di luar negeri, termasuk Jepang.

Tentunya dengan menguasai bahasa asing termasuk bahasa Jepang akan menunjang dalam karier di masa depan, karena bahasa Jepang memiliki peranan yang penting dalam berinteraksi atau berkomunikasi satu dengan yang lain.

Pendidikan pada dasarnya berupaya dan bertujuan untuk terlaksananya proses transfer ilmu pengetahuan beserta informasi dalam segala hal. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah Pendidikan formal yang menyelenggarakan Pendidikan Kejuruan pada jenjang setara dengan SMA/MA.

Melihat banyaknya permintaan lowongan pekerjaan di Jepang berkaitan dengan bidang pertanian, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian pun memberikan peluang prospek kerja pertanian bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ini untuk magang kerja di Jepang.

Pemerintah Sulawesi Utara berpeluang mengirimkan tenaga kerja ke Jepang dengan skill bidang pertanian khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian untuk magang kerja ke Jepang.

Untuk itu perlu sekali memberikan Pelatihan Bahasa Jepang Dasar untuk pembelajar Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian tujuannya untuk memberikan pelatihan bagi para pembelajar dengan harapan agar peserta pelatihan calon pekerja di bidang pertanian dapat memiliki pengetahuan serta ketrampilan berkomunikasi bahasa Jepang dengan baik dan benar.

Khususnya dalam penguasaan kosakata juga dalam membaca dan menulis huruf hiragana dan katakana dengan trampil.

Minat dan kemampuan dasar dari pembelajar berbeda-beda.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan metode dan strategi pembelajaran yang tepat.

Hal yang pertama diajarkan adalah kosakata sederhana, di kelas disediakan alat peraga kartu huruf/kartu gambar dan kamus untuk memperbanyak perbendaharaan kata.

Strategi demonstratif dan strategi “bertanya dan menjawab” bagi pembelajar juga sangat penting adalah untuk mengenalkan ketrampilan dan pengetahuan berkomunikasi yang benar.

Dengan adanya strategi yang jelas tentu proses pembelajaran akan terarah sehingga memiliki pedoman dan acuan yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Jepang agar materi yang diberikan dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh para pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian.(ndo)

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Sabtu 30 Juli 2022, Info BMKG 22 Wilayah Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Olahraga Bersama, Karyawan Luwansa Hotel dan Prajurit TNI AL Lantamal VIII Manado, Bangun Keakraban

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved