Bolsel Sulawesi Utara
Gusdurian Bolsel Gelar Diskusi Keempat di Kecamatan Helumo
Komunitas Jaringan Gusdurian Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar diskusi bertemakan 'Relasi Islam dan Kearifan Lokal'.
Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
“Beliau (Gus Dur) itu mampu mempraktekkan nilai-nilai ketauhidan itu di dalam laku hidupnya, tanpa memandang agama, suku, ras dan lain sebagainya. Selama dia manusia, maka dia harus diperlakukan selayaknya manusia itu sendiri,” ucapnya.
Ia menambahkan, terkait dengan tema kali ini, merupakan sesuatu hal tidak boleh dipisahkan.
Proses masuknya Islam di Indonesia tidak lepas dari akulturasi dengan budaya setempat.
“Islam tidak anti dengan tradisi. Praktek ini pun sangat mudah kita jumpai di Bolsel, terutama masyarakat yang merupakan suku Gorontalo,” ungkapnya.
Misal, kata Aslan, tradisi Walima. Tradisi ini merupakan ekspresi kebudayaan masyarakat Gorontalo yang sudah dipraktekkan secara turun-temurun dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Kita lihat masyarakat membuat Tolangga yang diisi kue-kue tradisional. Kemudian Tolangga ini diantar ke masjid untuk diserahkan kepada mereka yang sudah semalam suntuk melantun dzikir. Isi dari pada dzikir ini adalah menceritakan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
Sekedar informasi, Diskusi dihadiri puluhan peserta, juga dihadiri oleh Sekretaris Camat Helumo, Alan Mooduto dan Presidium KAHMI Bolsel, Abidin Patilima. (Dra)
Baca juga: Selang Tahun 2022, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa dari Pemkab Bolsel
Baca juga: Baru Terungkap Janji Putri Candrawathi Istri Irjen Ferdy Sambo ke Ibu Brigadir J, Kini Ditagih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/diskusi-bacirita-gusdur-oleh-komunitas-gusdurian-bolselhfghgfhyu86786.jpg)