Jumat, 22 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Solar Subsidi di Bolsel

Operator di SPBU Soguo Bolsel Diduga Jual Solar Subsidi Rp 15 Ribu Perliter, Nelayan Mengeluh

Nelayan di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengeluhkan harga BBM subsidi jenis solar yang dijual tak sesuai harga dari Pertamina.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
SOLAR SUBSIDI - Nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengeluhkan harga BBM subsidi jenis solar yang dijual tak sesuai harga dari Pertamina. Keluhan tersebut datang setelah seorang operator di SPBU Saguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel, menjual solar subsidi dengan harga Rp 15 ribu perliter.  

Ringkasan Berita:
  • Nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengeluhkan harga BBM subsidi jenis solar yang dijual tak sesuai harga dari Pertamina
  • Keluhan tersebut datang setelah seorang operator di SPBU Saguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel, menjual solar subsidi dengan harga Rp 15 ribu perliter. 
  • Dari keterangan para nelayan oknum operator tersebut berinisial IT alias Iwan. 

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengeluhkan harga BBM subsidi jenis solar yang dijual tak sesuai harga dari Pertamina

Keluhan tersebut datang setelah seorang operator di SPBU Saguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel, menjual solar subsidi dengan harga Rp 15 ribu perliter. 

Dari keterangan para nelayan oknum operator tersebut berinisial IT alias Iwan. 

Salah seorang nelayan berinisial AA mengaku dirinya sempat membeli solar ke SPBU Soguo.

Namun, saat itu operator berinisal IT mengaku solar sudah kosong.

Saat sang nelayan hendak pergi, operator tersebut kemudian mengatakan ada solar, namun dijual Rp 15 ribu perliter. 

"Dia bilang ke saya ada solar. Tapi harganya Rp 15 ribu perliter," ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

"Dia juga bilang tidak bisa beli satu gelon saja. Harus satu ton," bebernya. 

Mendengar hal tersebut, sontak sang nelayan kaget. 

Ia kemudian mempertanyakan kenapa harga dijual sangat mahal. 

"Saya langsung tanya, kenapa sangat mahal. Tapi dia bilang sudah seperti itu aturannya," kata dia. 

Akibatnya harga jual solar subsidi yang mahal, beberapa nelayan harus pulang dengan tangan kosong. 

"Kami tidak bisa melaut. Harga solar terlalu mahal," ucapnya. 

"Kami mohon ada penindakan dari Polres Bolsel terkait penjualan solar yang tidak sesuai harga dari pemerintah ini," tegas dia. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved