Bolsel Sulawesi Utara

Gusdurian Bolsel Gelar Diskusi Keempat di Kecamatan Helumo

Komunitas Jaringan Gusdurian Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar diskusi bertemakan 'Relasi Islam dan Kearifan Lokal'.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
Indra Lapa/Tribun Manado
Diskusi Bacirita GusDur oleh komunitas Gusdurian Bolsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komunitas Jaringan Gusdurian Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar diskusi bertemakan 'Relasi Islam dan Kearifan Lokal'.

Kegiatan tersebut merupakan diskusi ke empat Jaringan Gusdurian Bolsel.

Kegiatan dilaksanakan di Warung Kopi Narafa, Desa Pangia, Kecamatan Helumo, Bolsel, Rabu (27/7) malam.

Bacirita Gus Dur yang keempat ini penggerak Gusdurian Bolsel menghadirkan 2 pemantik.

Pertama, Sekretaris IKA PMII Bolsel, Noldy Tangahu dan Aslan Ahyar yang merupakan pengagum GusDur.

Noldy Tangahu mengatakan Bolsel mesti bersyukur di mana daerah ini dianugerahi kultur masyarakat yang beragam. Baik agama dan suku.

"Sehingga, perbedaan ini bisa menjadi kekuatan dalam rangka membangun Bolsel di masa yang akan datang.

Bolsel ada empat suku yang hidup berdampingan, mulai dari Gorontalo, Mongondow, Bolango dan Sangihe.

Tentu kita tahu bersama setiap suku ini memiliki tradisi dan budayanya masing-masing. Ini kekayaan kita yang harus terus dirawat,” ujar Noldy.

Noldy mengatakan, agama di Bolsel ada Islam, Kristen, Hindu dan Katolik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved