Breaking News:

Boltim Sulawesi Utara

Sapi di Boltim Sulawesi Utara Alami Luka di 2 Kaki, Terinfeksi Wabah PMK? Pemerintah Segera Periksa

Pemerintah Kabupaten Boltim Sulawesi Utara segera turun untuk periksa, apakah Terinfeksi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau tidak. 

Kolase Tribun Manado/Rustaman Paputungan/istimewa
Sapi milik warga Kotabunan Barat Boltim luka di bagian kaki dan kuku. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga di Kotabunan Barat Boltim Sulawesi Utara melaporkan bahwa sapi miliknya mengalami luka di bagian kaki. 

Pemerintah Kabupaten Boltim Sulawesi Utara segera turun untuk periksa, apakah Terinfeksi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau tidak. 

"Besok (hari ini) kami akan turun dan melihat langsung kondisi sapi," ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Bolaang Mongondow Timur, Ramlah Mokodompis kemarin Senin 25 Juli 2022. 

Lanjut Ramlah, melihat sekilas kondisi sapi kata dia mungkin hanya luka biasa.

"Karena kalau Penyakit Mulut dan Kuku pada sapi, mulut yang lebih dulu kena, seperti mulutnya berlendir," ujar dia.

Kondisi Sapi

Sapi yang diduga PMK adalah sapi milik warga Desa Kotabunan Barat Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Kondisi sapi tersebut mengalami luka di kedua kaki kanan, baik di depan dan belakang.

Pemilik sapi, Steven Bilalang (30) saat ditemui Tribunmanado.co.id, Senin 25/7/2022, mengatakan, sudah empat hari kondisi kaki kanan bagian depan sapi miliknya seperti ini.

"Kalau kaki kanan bagian belakang memang sudah ada luka, dan sudah bengkak.

Sedangkan kaki kanan bagian depan, baru empat hari ini, begitu dilihat,sudah bengkak dan ada lukanya.

Mungkin terlilit tali waktu semalam, karena begitu siang dilihat, kondisi sapi sudah tertidur," ujar dia.

Lanjut Steven Bilalang jumlah sapi miliknya ada lima ekor, tapi yang mengalami luka seperti ini, hanya satu ekor sapi yang berumur kurang lebih satu tahun.

"Saya juga mengobati lukanya, hanya menggunakan bensin, atau pertalite. 

Kalau melihat kondisi sapi, saya merasa kasihan, sudah sulit berjalan karena kaki yang bengkak dan luka, semua sebelah kanan.

Beda dengan kaki kanan depan bengkak dan kaki kiri belakang yang bengkak, mungkin sapi masih bisa berjalan," ujar dia.

Ciri-ciri Hewan Ternak Terinfeksi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Berikut ciri-ciri hewan ternak yang terinfeksi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang baru-baru ini merebak.

Sebagaimana diketahui, wabah ini telah menyebar ke beberapa daerah.

Diwartakan Tribunnews.com Kamis (12/5/2022), penyakit tersebut ditemukan pada sapi yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Selain itu, wabah penyakit sapi ini juga ditemukan di Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Teranyar, penyakit ini ditemukan di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Untuk mengetahui apakah sapi-sapi peliharaan terinfeksi penyakit Panyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini, dapat dilihat ciri-ciri berikut ini:

Ciri-ciri Sapi Terinfeksi Wabah PMK

Sebagaimana dikutip dari Kompas Tv, sapi-sapi yang terinfeksi wabah penyakit ini menunjukkan gejala yang sama, di antaranya sebagai berikut:

- Awalnya kaki sapi gemetaran, hingga tidak bisa menopang tubuhnya sendiri

- Suhu tubuh sapi panas

- Pada bagian mulut, keluar air liur terus menerus

- Terdapat luka seperti sariawan di mulut sapi

- Sapi kemudian tidak mau makan untuk beberapa waktu

- Bila tidak dapat bertahan hidup, sapi bisa mati

Sumber lain, mengatakan proses penyembuhan umumnya terjadi antara 8 – 15 hari.

Berikut adalah ciri gejala klinis pada sapi yang terkena virus PMK seperti yang dirilis di laman Pemkab Bogor.

Ciri Gejala

1. Pyrexia (demam) mencapai 41°C, anorexia (tidak nafsu makan), menggigil, penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari, kemudian:

a. Menggosokkan bibir, menggeretakkan gigi, leleran mulut, suka menendangkan kaki: disebabkan oleh vesikula (lepuh) pada membrane mukosa hidung dan bukal serta antara kuku.

b. Setelah 24 jam: vesikula tersebut rupture/pecah setelah terjadi erosi.

c. Vesikula bisa juga terjadi pada kelenjar susu.

2. Proses penyembuhan umumnya terjadi antara 8 – 15 hari.

3. Komplikasi: erosi di lidah, superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen, myocarditis, abotus kematian pada hewan muda, kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.

Penyebab

Penyebab Penyakit Mulut dan Kuku ini dikabarkan karena terjangkitnya virus tipe A dari family Picornaviridae, genus Apthovirus.

Dengan masa inkubasi atau masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit, yakni 2 sampai 14 hari. (tribunnews.com)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved