Polisi Tembak Polisi
'Mari Kita Kembali Jujur' Ucap Napoleon Bonaparte soal Penembakan Brigadir J di Rumah Kadiv Propam
Napoleon Bonaparte komentari kasus penembakan Brigadir J di Rumah Kadiv Propam
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kasus penembakan di Rumah Dinas Kadiv Propam Porli.
Diketahui kasus ini masih menjadi perhatian publik dikarenakan kejanggalan yang muncul.
Bahkan dari pemerintah pun sudah memintah untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Baca juga: Roy Suryo Diperiksa Polisi Selama 11 Jam, Terkait Kasus Unggahan Meme Stupa Mirip Jokowi
Baca juga: Ingat Irjen Napoleon? Kini Komentari Penembakan Brigadir J: Mari Kita Kembali Jujur
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 14.30 WIB, Gadis SMP Tewas Seketika, Korban Disenggol Motor lalu Ditabrak Truk
Hingga Irjen Napoleon Bonaparte pun mengomentari soal kasus yang terjadi di Rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Irjen Napoleon Bonaparte mengomentari insiden baku tembak yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Terdakwa kasus penganiaya Youtuber Muhammad Kece tersebut mengatakan publik telah mengetahui kejanggalan yang terjadi dalam peristiwa yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tersebut.
Ia menyebut segala upaya yang ditutup-tutupi pasti akan terbuka dan menjadi terang benderang.
"Mari kita kembali jujur, katakan apa adanya. Kenapa? Karena tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dengan baik. Pasti akan terbuka," kata Napoleon usai menjalani sidang di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022).
Ia menambahkan, dalam kasus ini pihak-pihak terkait dalam kasus itu pasti mempertaruhkan integritas.
Foto : Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (kiri) dan Eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. Napoleon Bonaparte mengomentari insiden baku tembak yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo. (Kolase Tribunnews.com)
Napoleon mewanti-wanti jika penanganan perkara ini terkesan ditutupi maka akab berdampak pada pihak yang terlibat di dalamnya.
"Kalau terbukti apa yang dikatakannya itu membabi-buta membela sesuatu yang ditutu-tutupi atau sebagainya, suatu saat akan kembali kepada Anda," katanya.
Napoleon menyebut perkara yang melibatkan sesama anggota polisi itu mudah disimpulkan.
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu berseloroh jika kasus ini hanya membutuhkan penanganan dari penyidik biasa.