Internasional

Lonceng Alarm Krisis Ekonomi Berdenting hingga Guinea, 2 Negara di Asia Tenggara Terancam Bangkrut

Krisis ekonomi yang dialami Sri Lanka akhirnya menular hingga ke Asia Tenggara. Dua negara kini tengah berada di ambang kebangkrutan.

Editor: Isvara Savitri
AFP/STR
Suasana saat para demonstran berlarian selama tindakan keras pasukan keamanan terhadap para penentang kudeta militer di kota Thaketa Yangon, Myanmar, Jumat (19/3/2021). Myanmar digadang-gadang menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang akan bangkrut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Krisis ekonomi global mulai merembet ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Awalnya, yang terkena krisis ekonomi paling parah adalah Sri Lanka di Asia Selatan.

Namun, krisis ekonomi tersebut kini menular ke Laos dan Myanmar.

Sri Lanka sendiri saat ini kondisinya masih sangat parah.

Rakyat butuh bantuan untuk mengatasi krisis terburuk dalam sejarah.

Sekolah-sekolah di negara itu ditutup karena kekurangan bahan bakar untuk membawa anak-anak dan guru ke ruang kelas.

Menurut Perdana Menteri Sri Lanka, upaya pemerintah untuk mengatur dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF) telah terhambat oleh parahnya krisis keuangan.

Melansir Channel News Asia, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan kepada parlemen Selasa (5/7/2022), Sri Lanka sudah menjadi negara bangkrut dan penderitaan akut dari krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya akan bertahan hingga setidaknya akhir tahun depan.

Negara kepulauan yang berpenduduk 22 juta orang itu telah mengalami inflasi selama berbulan-bulan dan pemadaman listrik yang berkepanjangan setelah pemerintah kehabisan mata uang asing untuk mengimpor barang-barang vital.

Wickremesinghe mengatakan negara yang pernah makmur itu akan mengalami resesi yang dalam tahun ini dan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan akan terus berlanjut.

Baca juga: Korea Selatan Waspada Setelah Insiden Penembakan Shinzo Abe, Tingkatkan Pengamanan Bagi Presiden

Baca juga: Ingat Mayky Wongkar Suami Almarhumah Ria Irawan? Kini Menikah dengan Bule Cantik, Intip Potretnya

"Kami juga harus menghadapi kesulitan pada 2023," kata perdana menteri.

"Inilah kebenarannya. Inilah kenyataannya."

Akan tetapi Sri Lanka bukan satu-satunya ekonomi yang berada dalam masalah serius saat ini.

Lonceng alarm juga berdering untuk banyak ekonomi di seluruh dunia, dari Laos dan Pakistan hingga Venezuela dan Guinea.

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved